PSPK – 13 April 2026 | Di tengah gemerlap ibu kota dan jabatan eselon satu di Kementerian Agama, publik sering membayangkan pejabat dengan rumah megah, fasilitas lengkap, dan deretan mobil mewah. Namun, kisah Inspektur Jenderal (Irjen) H. Khoirunnas, S.H., M.H. dari Sumatera Barat menantang stereotip tersebut. Pada 12 April 2026, ia memberikan arahan di Universitas Komputama (UNIKMA) Cilacap dan secara terbuka mengisahkan gaya hidupnya yang jauh dari kemewahan.
Rumah Sederhana Tanpa TV
Khoirunnas mengaku tidak memiliki ruang tamu yang mewah; ruang tamunya hanya dilengkapi kipas angin. “Saya tidak punya TV di rumah. Seorang Inspektur Jenderal tidak punya TV di rumahnya,” ujarnya sambil tersenyum. Tanah rumahnya hanya seluas 90 meter persegi, menegaskan bahwa kenyamanan material bukan prioritas utamanya.
Mobil Cicilan Tipe Terbawah
Berbeda dengan banyak pejabat yang berganti mobil terbaru, Khoirunnas baru saja melunasi cicilan mobil pertamanya pada November 2025. Mobil yang dibelinya adalah Hyundai Stargazer tipe paling rendah, yang ia anggap cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi tanpa menimbulkan godaan.
Integritas Sebagai Pilihan
Pengalaman lebih dari 15 tahun sebagai auditor investigasi membuatnya familiar dengan godaan korupsi. “Kalau saya mau jadi kaya, dari dulu sudah banyak. Auditor investigasi ditakutin orang,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa gaji dan tunjangan yang diterimanya sudah cukup untuk kebutuhan keluarga, dan ia tidak mengambil apa pun di luar haknya.
Dimensi Spiritual dan Sosial
Keputusan hidup sederhana tidak lepas dari landasan spiritual. Khoirunnas rutin melaksanakan salat tahajud, puasa Senin‑Kamis, dan bersedekah setiap hari, bukan untuk dirinya melainkan untuk mendoakan almarhum orang tua. Ia percaya bahwa kemuliaan sejati datang dari Allah dan konsistensi dalam ibadah serta amal.
Kisah ini menjadi contoh nyata bahwa integritas dapat diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, bahkan ketika harus mengorbankan kemewahan. Dari ruang tamu berpendingin kipas angin hingga mobil cicilan tipe terendah, Irjen Khoirunnas menunjukkan bahwa kejujuran dan kesederhanaan tetap menjadi nilai utama dalam pelayanan publik.










