Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Kenali 10 Bencana yang Bisa Muncul Kapan Saja di Sekolahmu

April 6, 2026 • 0 Views
Kenali 10 Bencana yang Bisa Muncul Kapan Saja di Sekolahmu
Kenali 10 Bencana yang Bisa Muncul Kapan Saja di Sekolahmu

PSPK – 06 April 2026 | Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam hal kerentanan bencana menurut World Risk Report 2024. Data BNPB menunjukkan lebih dari setengah satuan pendidikan di seluruh nusantara terpapar setidaknya satu jenis ancaman bencana secara bersamaan.

Kesadaran akan potensi bencana harus dimulai sejak di bangku sekolah. Memahami apa itu bencana dan mengapa siswa perlu mengetahuinya menjadi langkah awal membangun budaya kesiapsiagaan.

Undang-Undang No 24/2007 mendefinisikan bencana sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat, baik disebabkan oleh faktor alam, non-alam, maupun manusia, yang berujung pada korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta, dan dampak psikologis.

Berikut data terkini yang relevan bagi dunia pendidikan:

  • 78 % satuan pendidikan berada di zona rawan gempa bumi.
  • 38 % berada di wilayah berisiko banjir.
  • Lebih dari 500 sekolah dengan total sekitar 60 juta siswa tercatat terpapar ancaman bencana.

Berbekal data tersebut, berikut sepuluh jenis bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah beserta penjelasannya.

  1. Gempa bumi – Gempa merupakan bencana paling umum di Indonesia karena negara ini terletak di persimpangan lempeng tektonik. Getaran kuat dapat merusak struktur bangunan dan menimbulkan cedera.
  2. Tsunami – Gempa di laut atau letusan gunung berapi bawah laut dapat menghasilkan gelombang tinggi yang mengancam daerah pesisir, termasuk sekolah-sekolah dekat pantai.
  3. Banjir – Baik banjir bandang, banjir rob, maupun banjir akibat sistem drainase yang buruk dapat menggenangi ruang kelas dan fasilitas sekolah.
  4. Tanah longsor – Pada daerah berbukit atau lereng curam, hujan deras dapat memicu pergerakan massa tanah yang menimpa bangunan sekolah.
  5. Kekeringan – Musim kemarau panjang mengurangi ketersediaan air bersih, mengganggu sanitasi dan dapat memperparah risiko kebakaran.
  6. Epidemi dan wabah penyakit – Penyebaran penyakit menular, seperti yang terjadi pada pandemi Covid-19, dapat mengakibatkan penutupan sekolah dan menurunkan kualitas belajar.
  7. Kebakaran gedung dan permukiman – Penyebab umum meliputi korsleting listrik, kompor atau lilin yang tidak terawasi. Kebakaran di dalam atau sekitar sekolah dapat menimbulkan kerugian materi dan korban jiwa.
  8. Kebakaran hutan dan lahan – Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan yang menghasilkan asap tebal, mengganggu pernapasan dan proses belajar.
  9. Kegagalan teknologi – Kesalahan dalam instalasi listrik, penggunaan peralatan laboratorium, atau kecelakaan industri di dekat sekolah dapat menyebabkan kebakaran, tumpahan bahan kimia, atau paparan radiasi.
  10. Kerusuhan sosial – Konflik horizontal atau vertikal yang dipicu oleh perbedaan suku, agama, atau ras dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar dan bahkan memaksa evakuasi.

Membangun literasi kebencanaan di lingkungan sekolah berarti memberikan pelatihan evakuasi, penyediaan perlengkapan darurat, serta integrasi materi kebencanaan dalam kurikulum. Dengan pengetahuan yang memadai, siswa, guru, dan staf dapat merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.

Semoga artikel ini menambah wawasan dan memotivasi setiap satuan pendidikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *