PSPK – 10 April 2026 | Seorang koresponden Al Jazeera Mubasher, Mohammed Wishah, meninggal dunia pada Rabu, 8 April 2026, setelah kendaraan yang ia duduki di Jalan al‑Rashid, Gaza City, terkena serangan drone militer Israel. Ledakan yang terjadi menyebabkan mobil terbakar hebat dan menewaskannya di lokasi.
Al Jazeera mengecam keras insiden tersebut, menyatakan bahwa penembakan terhadap wartawan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan bagian dari kebijakan sistematis yang menargetkan media. Pernyataan resmi jaringan tersebut disampaikan pada hari yang sama, menegaskan perlunya perlindungan khusus bagi jurnalis yang meliput konflik.
Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat setidaknya 262 wartawan telah tewas sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023, dan menilai kematian Wishah sebagai kelanjutan pola penargetan terhadap pekerja media. Laporan tersebut juga mencatat sekitar 2.000 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan, termasuk serangan yang menimpa jurnalis.
Seorang reporter Al Jazeera di Gaza, Ibrahim al‑Khalili, menggambarkan situasi lapangan yang semakin memburuk meskipun ada gencatan senjata. Ia menambahkan bahwa pelanggaran oleh militer Israel masih terus terjadi, khususnya terhadap jurnalis yang berada di zona konflik.
Komunitas internasional diminta untuk menekan Israel agar menghentikan serangan terhadap media dan memfasilitasi proses hukum di pengadilan internasional. Pihak berwenang Gaza juga mengimbau organisasi internasional untuk mengecam serangan tersebut dan menuntut pertanggungjawaban.
Data Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan lebih dari 72.000 orang tewas sejak konflik dimulai. Setelah gencatan senjata, setidaknya 733 warga Palestina kembali menjadi korban tewas akibat serangan lanjutan.










