PSPK – 16 April 2026 | Iran mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat untuk menghentikan operasi blokade di Selat Hormuz serta penutupan pelabuhan-pelabuhan Iran. Pihak Teheran menegaskan bahwa jika tekanan maritim terus berlanjut, negara tersebut akan menutup arus ekspor dan impor di tiga jalur laut strategis, yaitu Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah.
Komandan Markas Besar Pusat Khatam al‑Anbiya (KCHQ), Jenderal Ali Abdollahi, menyatakan bahwa blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat dianggap ilegal dan dapat mengganggu keamanan kapal dagang serta tanker minyak Iran. Ia menambahkan bahwa langkah tersebut akan dipandang sebagai pelanggaran awal terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku.
Abdollahi menegaskan kesiapan militer Iran untuk mengambil tindakan tegas. Jika blokade tetap dilanjutkan, angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan aktivitas ekspor dan impor berlanjut secara bebas di wilayah perairan tersebut.
Ancaman Iran mencakup tiga jalur pelayaran vital dunia:
- Teluk Persia
- Laut Oman
- Laut Merah
Ketiga jalur tersebut selama ini menjadi koridor utama perdagangan serta distribusi energi global. Ketegangan meningkat setelah pada Senin (13/4) Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan Iran. Kebijakan ini diambil setelah perundingan antara kedua negara di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa mencapai kesepakatan.










