PSPK – 15 April 2026 | Jakarta – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) kembali menyelenggarakan pameran internasional Indo Intertex 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Acara yang berlangsung hingga 18 April ini menampilkan lebih dari 800 peserta dari 29 negara, dengan sekitar 1.500 merek global, serta menargetkan kunjungan 35.000 pelaku industri.
Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa, menekankan bahwa Indo Intertex menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha tekstil dan garmen. Ia menegaskan bahwa pameran tidak hanya berfungsi sebagai etalase produk, melainkan juga sebagai ruang interaksi yang membuka peluang kerja sama dan memperluas jaringan bisnis.
Dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM, Indo Intertex menyelenggarakan program “Build Your Brand”. Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil mengembangkan identitas merek, memperluas pasar, serta mengadopsi teknologi pemasaran modern.
Industri tekstil nasional kini menghadapi tekanan eksternal yang kompleks, termasuk ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, dan gangguan rantai pasok. Tantangan‑tantangan tersebut menuntut pelaku industri untuk menjadi lebih adaptif dan mempercepat transformasi digital serta inovasi produk.
Meski berada dalam kondisi yang menantang, sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) tetap memiliki fundamental yang kuat. Industri ini menyerap jutaan tenaga kerja dan menjadi tulang punggung rantai pasok manufaktur nasional, dari hulu hingga hilir.
Berikut beberapa data kunci yang diharapkan dari Indo Intertex 2026:
- Jumlah peserta: lebih dari 800 perusahaan
- Negara peserta: 29 negara
- Merek yang dipamerkan: sekitar 1.500 merek global
- Target kunjungan: 35.000 pelaku industri
- Program unggulan: “Build Your Brand” untuk UMKM
API optimis bahwa melalui pameran ini, pelaku industri dapat memperkuat ketahanan bisnis, meningkatkan kemampuan inovasi, serta memperluas akses ke pasar internasional. Dengan kolaborasi yang lebih erat antara produsen, pemasok, dan pemangku kepentingan lainnya, sektor TPT diharapkan dapat menavigasi perubahan pasar global dan mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan.












