PSPK – 02 April 2026 | Setelah berakhirnya Hari Raya Idul Fitri, pasar emas di Indonesia menunjukkan pergerakan yang cukup dramatis. Harga emas batangan 24 karat, khususnya produk PT Aneka Tambang (Antam), mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan level tertinggi yang tercatat pada awal April 2026. Penurunan ini menjadi sorotan utama bagi investor ritel, pedagang perhiasan, dan kalangan yang menabung dengan logam mulia.
Latihan Harga pada Awal April 2026
Pada 1 April 2026, harga jual emas Antam per gram mencapai Rp2.902.000, naik Rp75.000 dari hari sebelumnya. Harga buyback (pembelian kembali) juga naik menjadi Rp2.587.000 per gram. Kenaikan tajam tersebut dipengaruhi oleh sentimen positif pasar global, terutama fluktuasi dolar AS dan kebijakan moneter bank sentral utama. Data resmi Logam Mulia Antam menampilkan rangkaian harga untuk berbagai gramasi, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Perubahan Harga Pasca Lebaran
Setelah Lebaran, permintaan konsumen terhadap perhiasan menurun, sementara penawaran emas batangan tetap tinggi. Akibatnya, harga jual emas Antam mengalami penurunan sekitar 4‑5 % dalam satu minggu terakhir. Pada 7 April 2026, harga jual 1 gram tercatat sekitar Rp2.770.000, sedangkan harga buyback berada di kisaran Rp2.470.000. Penurunan ini memberikan peluang bagi pembeli baru yang ingin mengakumulasi emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Faktor-faktor Penurunan
- Pengurangan konsumsi perhiasan: Selama periode Lebaran, banyak rumah tangga membeli perhiasan sebagai hadiah. Setelah hari raya, permintaan tersebut menurun drastis.
- Kebijakan pajak: PPh 22 yang dikenakan pada transaksi buyback (1,5 % bagi NPWP dan 3 % bagi non‑NPWP) serta pajak penjualan (0,45 %‑0,9 %) menambah beban biaya bagi penjual kembali, memengaruhi harga pasar.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah: Penguatan rupiah terhadap dolar AS menurunkan daya beli logam mulia dalam mata uang lokal.
- Kondisi pasar global: Penurunan harga emas dunia pada awal bulan April berdampak pada harga domestik.
Daftar Harga Emas Antam Terbaru (per 7 April 2026)
| Gramasi | Harga Jual (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 gram | 1.485.000 | 1.260.000 |
| 1 gram | 2.770.000 | 2.470.000 |
| 2 gram | 5.540.000 | 4.940.000 |
| 5 gram | 13.850.000 | 12.350.000 |
| 10 gram | 27.500.000 | 24.500.000 |
| 25 gram | 68.500.000 | 61.000.000 |
| 50 gram | 138.000.000 | 123.000.000 |
| 100 gram | 275.000.000 | 245.000.000 |
| 250 gram | 690.000.000 | 615.000.000 |
| 500 gram | 1.380.000.000 | 1.230.000.000 |
| 1.000 gram | 2.770.000.000 | 2.470.000.000 |
Implikasi bagi Investor
Bagi investor ritel, penurunan harga emas batangan setelah Lebaran dapat dianggap sebagai momen masuk yang menarik, terutama bagi mereka yang mengincar diversifikasi portofolio dengan logam mulia. Namun, penting untuk memperhatikan biaya pajak dan spread antara harga jual dan buyback. Investor yang berencana membeli emas fisik sebaiknya mengecek harga di beberapa gerai resmi dan memastikan adanya bukti potong PPh 22.
Pedagang perhiasan, di sisi lain, dapat memanfaatkan penurunan harga batangan untuk menurunkan biaya produksi perhiasan, sehingga margin keuntungan tetap terjaga meskipun permintaan konsumen masih belum kembali ke level pra‑Lebaran.
Secara makro, penurunan harga emas batangan mencerminkan pergeseran sentimen pasar dari fase spekulatif ke fase penyesuaian. Hal ini sejalan dengan kebijakan moneter Bank Indonesia yang tetap menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.
Pengamat pasar menekankan bahwa meskipun harga emas saat ini berada di level yang lebih rendah, tren jangka panjang tetap mengarah pada kenaikan nilai karena keterbatasan pasokan dan peran emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, para pelaku pasar diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan meminimalkan risiko dalam berinvestasi di pasar emas Indonesia.












