PSPK – 24 April 2026 | Jakarta, 24 April 2026 – Pasar logam mulia di Indonesia menunjukkan pergerakan menurun secara serentak pada akhir pekan ini. Harga emas buatan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), UBS dan Galeri24 yang diperdagangkan melalui jaringan Pegadaian mengalami penurunan signifikan, menandai hari kedua berturut‑turut harga turun setelah penurunan global pada Kamis, 23 April.
Rincian Harga per Gram pada Jumat, 24 April 2026
Menurut data resmi yang diakses dari laman Sahabat Pegadaian pada pukul 07.32 WIB, harga jual per gram masing‑masing merek logam mulia adalah sebagai berikut:
- Emas UBS: Rp2.859.000 (turun Rp18.000 dari kemarin)
- Emas Antam: Rp2.918.000 (turun Rp26.000 dari kemarin)
- Emas Galeri24: Rp2.813.000 (turun Rp22.000 dari kemarin)
Penurunan ini berada dalam kisaran Rp18.000‑Rp26.000 per gram, yang secara kumulatif menurunkan nilai total investasi logam mulia bagi para nasabah Pegadaian.
Harga Antam Berdasarkan Berat
Harga emas Antam ditampilkan untuk ukuran 0,5 gram hingga 100 gram. Berikut tabel harga jual dan buyback yang tercatat pada hari Jumat:
| Berat (gram) | Harga Jual (Rp) | Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 | 1.512.000 | 1.318.000 |
| 1 | 2.918.000 | 2.636.000 |
| 5 | 14.352.000 | 13.180.000 |
| 10 | 28.647.000 | 26.361.000 |
| 50 | 142.891.000 | 131.158.000 |
| 100 | 285.701.000 | 262.317.000 |
Data tersebut menunjukkan penurunan harga jual sebesar Rp26.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya, sementara selisih antara harga jual dan buyback tetap lebar, mencerminkan margin profitabilitas bagi Pegadaian.
Faktor Penyebab Penurunan Harga
Penurunan harga emas Antam dan logam mulia lainnya tidak terjadi dalam ruang kosong. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan ini meliputi:
- Penguatan Dolar AS: Nilai tukar dolar yang menguat menekan harga emas dunia, karena emas diperdagangkan dalam mata uang tersebut.
- Kenaikan Harga Minyak: Harga minyak yang tinggi meningkatkan kekhawatiran inflasi, memicu pergeseran aset dari logam mulia ke instrumen yang lebih likuid.
- Sentimen Geopolitik: Ketegangan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menghasilkan resolusi menambah ketidakpastian pasar.
- Permintaan Industri: Permintaan perhiasan global yang melambat akibat penurunan daya beli konsumen di beberapa pasar utama.
Kombinasi faktor‑faktor ini menciptakan tekanan jual yang memaksa pedagang logam mulia menurunkan harga jual di pasar domestik, termasuk di Pegadaian.
Implikasi Bagi Investor dan Konsumen
Bagi investor individu, penurunan harga emas memberikan peluang beli kembali (buyback) dengan harga lebih rendah, yang dapat meningkatkan margin keuntungan ketika harga kembali naik. Namun, volatilitas yang tinggi menuntut kehati‑hatian dalam mengelola eksposur portofolio.
Untuk konsumen yang ingin membeli perhiasan atau menyimpan emas fisik, penurunan harga berarti biaya akuisisi yang lebih terjangkau. Di sisi lain, bagi nasabah yang mempertimbangkan penjualan emas di Pegadaian, nilai buyback yang masih berada di bawah harga jual menandakan potensi kerugian jika dijual pada saat harga turun.
Pengamat pasar menyarankan agar para pelaku pasar memperhatikan pergerakan dolar dan data inflasi global sebagai indikator utama yang akan memengaruhi harga emas Antam dalam minggu‑minggu mendatang.
Dengan dinamika pasar yang terus berubah, para investor dan konsumen diharapkan tetap mengikuti pembaruan harga harian yang dipublikasikan oleh Pegadaian serta platform logam mulia resmi lainnya.












