PSPK – 20 April 2026 | Washington mengumumkan bahwa kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade militer AS telah diserang oleh kapal perusak rudal berpemandu USS Spruance. Menurut pernyataan Presiden Donald Trump, kapal tersebut menolak peringatan untuk berhenti sehingga Spruance menembakkan peluru ke ruang mesin, menyebabkan kapal tak dapat bergerak.
Kapal kargo Iran tersebut berada dalam perjalanan dari Tiongkok menuju pelabuhan domestik Iran.
Reaksi Iran
Pemerintah Tehran menegaskan akan membalas aksi tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, menyatakan tidak ada rencana lanjutan dalam pembicaraan damai dengan Amerika Serikat. Pihak militer tertinggi Iran, Khatam al‑Anbiya, juga menuduh AS melanggar gencatan senjata dan berjanji akan mengambil tindakan balasan.
Implikasi ekonomi
Insiden ini memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga sekitar 7 persen, sementara indeks saham S&P 500 turun hampir 1 persen pada perdagangan awal Asia. Penutupan de‑facto Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar satu per lima pasokan minyak dunia, menambah kekhawatiran pasar energi global.
Langkah diplomasi selanjutnya
Delegasi AS yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan tiba di Islamabad untuk memulai pembicaraan damai menjelang akhir gencatan senjata dua minggu. Pakistan menyiapkan fasilitas keamanan, termasuk penempatan kawat berduri di sekitar Hotel Serena tempat pertemuan sebelumnya.
- 25 kapal komersial AS telah diarahkan kembali atau menunggu perintah sejak blokade dimulai.
- Iran menolak negosiasi baru dengan menuding blokade dan tuntutan AS yang berlebihan.
- Jika AS menyerang infrastruktur sipil Iran, Tehran mengancam akan menargetkan instalasi energi negara tetangga di Teluk Arab.
Dengan ketegangan yang terus meningkat, risiko eskalasi militer di kawasan masih tinggi, dan pasar energi dunia tetap sensitif terhadap setiap perkembangan terbaru.










