PSPK – 10 Maret 2026 | Medan – Sejak pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bahwa persediaan bahan bakar minyak nasional diproyeksikan cukup untuk memenuhi permintaan selama 21 hari ke depan, warga kota Medan, Sumatera Utara, melakukan aksi panik dengan berbondong‑bondong ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Antrean panjang mulai terlihat pada Kamis, 5 Maret 2026, dan terus memuncak hingga Selasa, 10 Maret 2026. Pada hari‑hari tersebut, ratusan kendaraan berkerumun di sekitar SPBU, bahkan sebagian antrean meluas ke jalan raya, menyebabkan kemacetan di beberapa titik utama kota.
- 5‑10 Maret 2026: Warga mengisi tangki kendaraan dan menimbun BBM di lokasi SPBU.
- 5 Maret: Penutupan sebagian jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memperparah kekhawatiran akan pasokan energi.
- 7 Maret: Pihak kepolisian menambah pengamanan di sekitar SPBU, namun tidak menghentikan arus kendaraan.
- 10 Maret: Antrean masih panjang, beberapa SPBU melaporkan kehabisan stok harian.
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berkontribusi pada penutupan sementara jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, memperkuat persepsi kelangkaan bahan bakar di dalam negeri. Kombinasi antara pernyataan resmi pemerintah dan situasi global ini memicu kepanikan konsumen, yang berusaha mengamankan persediaan pribadi demi mengantisipasi potensi kelangkaan.
Pihak otoritas transportasi dan Dinas Energi Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa pasokan BBM masih dalam proses distribusi normal, dan bahwa perkiraan 21 hari bersifat sementara serta dapat berubah seiring dengan dinamika pasar internasional. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan berlebihan demi menjaga kestabilan pasokan dan menghindari kemacetan yang mengganggu aktivitas sehari‑hari.
Sementara itu, para pedagang bahan bakar di Medan melaporkan peningkatan permintaan secara signifikan, dengan beberapa SPBU melaporkan penurunan stok harian hingga 30 % dibandingkan rata‑rata minggu sebelumnya. Pemerintah pusat diperkirakan akan meninjau kembali kebijakan distribusi BBM dalam beberapa minggu mendatang untuk menstabilkan pasar.












