PSPK – 15 Maret 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa serangan udara AS terhadap Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, telah hampir menghancurkan seluruh fasilitas di pulau itu. Ia menambahkan bahwa serangan lanjutan mungkin akan dilakukan “hanya untuk bersenang‑senang” dan menekankan perlunya sekutu mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz.
Trump menyatakan bahwa meski Tehran tampaknya bersedia membahas kesepakatan untuk mengakhiri konflik, syarat‑syarat yang diajukan belum memuaskan. Pernyataan ini menandai peningkatan retorika dibandingkan sebelumnya, ketika pemerintahan AS hanya menargetkan instalasi militer di Kharg.
Iran menolak segala bentuk gencatan senjata sampai serangan udara AS dan Israel berhenti. Pemerintah Tehran menegaskan akan membalas setiap serangan terhadap fasilitas energinya, sementara militer Iran meluncurkan sembilan rudal balistik dan tiga puluh tiga drone ke Uni Emirat Arab sebagai balasan.
Reaksi Internasional
- Trump mengajak China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara‑negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz, namun belum ada konfirmasi kehadiran.
- Pejabat Prancis menyatakan bahwa mereka terus berupaya membentuk koalisi untuk mengamankan selat setelah situasi keamanan stabil.
- Pernyataan juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan sedang berdiskusi dengan sekutu mengenai opsi‑opsi untuk memastikan keamanan pelayaran.
- Ayatollah Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menegaskan Selat Hormuz harus tetap tertutup.
Gangguan pada pasar energi terus berlanjut. Beberapa terminal pemuatan minyak di Fujairah, UEA, terpaksa menunda operasi setelah serangan drone. Harga minyak dunia melonjak karena ancaman gangguan pasokan melalui Selat Hormuz, jalur utama bagi minyak dan gas dunia.
Sejak serangan awal pada 28 Februari, konflik telah menewaskan lebih dari dua ribu orang, sebagian besar warga sipil Iran. Serangan terbaru menargetkan pabrik lemari es dan pemanas di kota Isfahan, menewaskan setidaknya lima belas orang.
Trump menghabiskan akhir pekan di resor Mar‑a‑Lago, Florida, sambil memberikan wawancara kepada NBC dan mengunggah pernyataan di media sosial. Ia menegaskan kesiapan Amerika Serikat untuk membantu negara‑negara yang bergantung pada jalur minyak melalui Hormuz, sekaligus menunggu respons sekutu internasional.










