PSPK – 15 Maret 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu (14 Maret) kembali menyerukan kepada negara‑negara lain untuk membantu mengamankan jalur pelayaran vital di Selat Hormuz yang kini terhambat oleh konflik berskala regional. Seruan tersebut muncul setelah serangan drone menimpa Kedutaan Besar AS di Baghdad dan infrastruktur energi utama Uni Emirat Arab, serta meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.
Konflik yang dimulai dua minggu lalu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini telah meluas ke seluruh Teluk Persia, Lebanon, dan wilayah sekitarnya. Iran menutup Selat Hormuz, mengganggu aliran minyak global dan mendorong harga minyak naik hampir 40 %. Di Fujairah, Uni Emirat Arab, asap hitam mengepul setelah militer Iran memperingatkan warga sipil menghindari pelabuhan utama.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat bersedia menurunkan kapal perang untuk mengawal tanker, namun ia menambahkan bahwa “banyak negara … akan mengirimkan kapal perang bersama Amerika Serikat untuk menjaga selat tetap terbuka dan aman”. Dalam unggahan di platform media sosialnya, ia menyebutkan harapan bahwa Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris dapat bergabung dalam upaya tersebut.
- China
- Prancis
- Jepang
- Korea Selatan
- Inggris
Selain seruan diplomatik, pasukan AS baru saja menyerang Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, dengan klaim telah menghancurkan semua target militer tanpa menargetkan fasilitas energi. Iran menanggapi dengan ancaman balasan keras terhadap perusahaan minyak yang terkait dengan AS.
Ketegangan di wilayah tersebut juga memicu serangan drone di Kuwait, serta penembakan rudal dari Iran ke Israel. Qatar melaporkan penangkapan dua rudal dan evakuasi di pusat kota. Hamas, meski sekutu Iran, menyerukan agar Tehran menahan diri dari menyerang negara‑negara Teluk.
Di sisi ekonomi, Pentagon melaporkan bahwa dalam enam hari pertama konflik, Amerika Serikat menghabiskan US$11,3 miliar dan kehilangan 13 personel militer. Lebih dari 15.000 target di Iran telah dihantam oleh pasukan koalisi AS‑Israel.
Media Barat melaporkan kemungkinan penempatan kapal amfibi USS Tripoli dan sekitar 2.500 marinir AS di kawasan tersebut. Sementara itu, kepemimpinan tertinggi Iran berubah setelah Ali Khamenei meninggal; putranya, Mojtaba Khamenei, secara resmi diangkat, meski tetap jarang muncul di publik.
Konflik ini juga memperburuk situasi di Lebanon, di mana pertempuran antara Israel dan Hizbullah menewaskan ratusan warga sipil dan memicu gelombang pengungsian besar‑besaran. Pemerintah Lebanon tengah menyiapkan delegasi untuk negosiasi damai, namun belum ada jadwal yang pasti.
Dengan jalur energi global yang terganggu, Trump menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka “selama diperlukan”. Upaya kolektif ini diharapkan dapat menurunkan tekanan pada pasar minyak dan mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan yang sudah sangat tidak stabil.










