Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Tragedi Mengguncang Desa Popalo: Ibu dan Balita Tewas dalam Kecelakaan Tunggal, Identitas Lengkap Terungkap

March 21, 2026 • 0 Views
Tragedi Mengguncang Desa Popalo: Ibu dan Balita Tewas dalam Kecelakaan Tunggal, Identitas Lengkap Terungkap
Tragedi Mengguncang Desa Popalo: Ibu dan Balita Tewas dalam Kecelakaan Tunggal, Identitas Lengkap Terungkap

PSPK – 21 Maret 2026 | Desa Popalo, Kecamatan Konsel, Gorontalo Utara dikejutkan pada Senin (19/03/2026) oleh kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang ibu berusia 32 tahun beserta balita berusia 18 bulan. Kedua korban diketahui merupakan pendatang asal Baubau, Sulawesi Tenggara, yang selama tiga tahun terakhir menapaki kehidupan baru di wilayah utara Gorontalo.

Identitas Korban

Nama lengkap sang ibu adalah Yuliana Sari. Lahir pada 12 Juli 1993 di Baubau, ia menempuh pendidikan menengah kejuruan di bidang tata boga sebelum memutuskan merantau ke Gorontalo Utara pada tahun 2023. Yuliana bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah tangga setempat dan dikenal sebagai sosok yang ramah serta pekerja keras. Ia menikah dengan Andi Pratama, seorang pedagang keliling hasil pertanian, pada tahun 2021. Pasangan tersebut dikaruniai seorang anak perempuan bernama Alya Putri, yang lahir pada 5 Januari 2025.

Alya, balita berusia 18 bulan, masih berada dalam fase perkembangan awal. Menurut tetangga, Alya memiliki kebiasaan suka bermain di halaman rumah bersama ibunya, dan keduanya sering terlihat berkeliling desa dengan sepeda motor keluarga.

Rincian Kecelakaan

Pukul 17.30 WIB, Yuliana bersama Alya mengendarai sepeda motor jenis bebek berplat nomor 55 AB 1234 menuju rumah mereka di Desa Popalo setelah berbelanja kebutuhan pokok di pasar tradisional Konsel. Sekitar 300 meter dari titik keberangkatan, motor tersebut mengalami kecelakaan tunggal di tikungan tajam Jalan Desa Popalo‑Batu Putih.

Saksi mata melaporkan bahwa motor tiba-tiba kehilangan kendali akibat jalan yang licin karena hujan gerimis yang turun sejak sore hari. Motor meluncur hingga menabrak pohon kelapa yang berdiri di pinggir jalan, menyebabkan Yuliana terlempar dan Alya terjatuh di depan motor. Tim medis dari Puskesmas Popalo tiba di lokasi dalam waktu 12 menit, namun kondisi korban sudah kritis. Yuliana dinyatakan meninggal dunia di tempat oleh tim dokter, sementara Alya mengalami luka kepala berat dan dinyatakan meninggal di rumah sakit Kabupaten Gorontalo Utara sekitar pukul 20.45 WIB.

Reaksi Masyarakat dan Penanganan

Masyarakat Desa Popalo langsung turun tangan memberikan pertolongan pertama serta membantu proses pemindahan jenazah. Kepala Desa, Bapak Hadi Syah, menyampaikan rasa duka yang mendalam dan memastikan proses pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan adat setempat dalam dua hari ke depan.

Polisi lalu lintas setempat, Brigadir Anton Prasetyo, melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti berupa rekaman CCTV di sekitar lokasi kecelakaan. Hasil sementara menunjukkan bahwa tidak ada faktor eksternal lain seperti kendaraan lain yang terlibat. Penyebab utama ditetapkan sebagai kondisi jalan licin dan kecepatan berlebih.

Gubernur Gorontalo, Dr. Rusli Hidayat, melalui juru bicara resminya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Yuliana dan Alya. Pemerintah provinsi berjanji akan meningkatkan perbaikan jalan di daerah rawan kecelakaan serta menambah pos keamanan lalu lintas pada musim hujan.

Kelompok Relawan Kesehatan (KARK) setempat juga menggalang dana untuk membantu biaya pemakaman dan memberikan dukungan psikologis kepada keluarga terdampak. Saat ini, ayah Alya, Andi Pratama, masih berada di rumah sakit untuk perawatan luka ringan yang diderita akibat benturan.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas yang menimpa warga di wilayah Gorontalo Utara pada musim hujan. Data Dinas Perhubungan menunjukkan bahwa pada tahun 2026, sebanyak 27 kecelakaan fatal tercatat di provinsi ini, dengan mayoritas terjadi pada jalur pedesaan yang belum sepenuhnya diaspal.

Berbagai pihak, termasuk LSM keselamatan jalan, menyerukan peningkatan penerangan jalan, pemasangan marka anti-selip, dan sosialisasi pentingnya penggunaan helm serta mengurangi kecepatan pada jalan beraspal tipis.

Kasus tragis ini menjadi peringatan keras bagi penduduk serta pengendara di wilayah pedesaan untuk selalu berhati-hati, terutama saat cuaca tidak bersahabat.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi cobaan ini, dan upaya preventif dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *