Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Perubahan Kebijakan MBG: Siswa SMA Berpotensi Tidak Lagi Terima Manfaat, BGN: Berkurang 8 Juta Penerima Manfaat

June 17, 2026 • 0 Views
Perubahan Kebijakan MBG: Siswa SMA Berpotensi Tidak Lagi Terima Manfaat, BGN: Berkurang 8 Juta Penerima Manfaat
Perubahan Kebijakan MBG: Siswa SMA Berpotensi Tidak Lagi Terima Manfaat, BGN: Berkurang 8 Juta Penerima Manfaat

PSPK – 17 Juni 2026 | Dalam langkah signifikan untuk meningkatkan efektivitas program intervensi gizi, Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa siswa SMA berpotensi tidak lagi terima MBG, BGN: berkurang 8 juta penerima manfaat. Kebijakan ini ditujukan untuk mengalihkan fokus bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok yang lebih membutuhkan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa kelompok siswa SMA, terutama dari kalangan mampu, akan dihapus dari daftar penerima manfaat program ini. “Kami memperkirakan bahwa dengan kebijakan ini, sekitar 8 juta penerima manfaat akan terpengaruh. Itu termasuk siswa-siswa dari keluarga yang secara finansial mampu, yang mungkin mendapatkan uang saku harian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka,” ungkap Agustina.

Fokus pada Kelompok Rentan

Agustina menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan hasil diskusi mendalam dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai pentingnya intervensi gizi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), ketika perkembangan otak manusia berada pada puncaknya. “Intervensi gizi seharusnya dimulai dari masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak, sehingga dapat mendukung pertumbuhan otak yang optimal,” tambahnya.

Dengan menargetkan kelompok yang paling rentan, BGN berharap dapat meningkatkan efektivitas program MBG dan memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan dapat digunakan secara maksimal untuk membantu mereka yang benar-benar membutuhkan. “Kami ingin agar program ini lebih tepat sasaran, dan dengan mengurangi jumlah penerima manfaat, kami juga berharap dapat menekan kebutuhan anggaran,” jelas Agustina.

Peningkatan Tata Kelola MBG

Selain penataan ulang penerima manfaat, BGN juga berencana untuk melakukan perbaikan dalam tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Agustina menekankan pentingnya kualitas dapur dalam menghasilkan makanan bergizi. “Tidak ada gunanya jika kami berharap menghasilkan makanan berkualitas jika dapurnya tidak memenuhi standar yang baik,” katanya.

BGN berkomitmen untuk melakukan audit menyeluruh terhadap semua dapur MBG selama periode libur sekolah ini, agar ketika anak-anak kembali bersekolah, semua sudah dalam kondisi yang lebih baik. “Kami ingin memastikan bahwa setiap dapur memenuhi kaidah dan alur memasak yang baik agar hasil yang disajikan berkualitas,” ujar Agustina.

Transformasi Internal BGN

BGN juga akan melakukan transformasi internal yang mencakup peningkatan sumber daya manusia dan perbaikan tata kelola. Agustina menekankan bahwa hal ini diperlukan untuk mencapai tujuan program yang lebih efektif. “Mohon bersabar, kami akan mengumumkan rencana kami dalam waktu dekat, termasuk target jangka pendek dan menengah,” katanya.

Dengan kebijakan baru ini, siswa SMA berpotensi tidak lagi terima MBG, BGN: berkurang 8 juta penerima manfaat diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam upaya peningkatan kesehatan gizi di Indonesia. Fokus yang lebih tajam pada kelompok yang paling membutuhkan diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan pada kualitas gizi masyarakat secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *