Project Seru Penuh Kejutan

Thailand Desak Iran Klarifikasi Serangan Kapal Mayuree Naree di Selat Hormuz: Tiga Awak Hilang

March 13, 2026 • 0 Views
Thailand Desak Iran Klarifikasi Serangan Kapal Mayuree Naree di Selat Hormuz: Tiga Awak Hilang
Thailand Desak Iran Klarifikasi Serangan Kapal Mayuree Naree di Selat Hormuz: Tiga Awak Hilang

PSPK – 13 Maret 2026 | JAKARTA – Pemerintah Thailand pada Kamis (12/3/2026) secara resmi menuntut klarifikasi dari Iran setelah kapal kargo berflag Thailand, Mayuree Naree, diserang di Selat Hormuz. Insiden tersebut menewaskan atau membuat tiga awak kapal menghilang, menambah ketegangan yang sudah memuncak di kawasan Timur Tengah.

Latar Belakang Serangan

Mayuree Naree, sebuah bulk carrier milik perusahaan Thailand, tengah melintasi Selat Hormuz pada 11 Maret 2026 dalam perjalanan dari Abu Dhabi ke India. Pada saat itu, wilayah perairan tersebut berada di bawah pengawasan ketat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran setelah Tehran menutup selat sebagai respons terhadap serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sasaran Iran.

Menurut laporan resmi Kementerian Transportasi Thailand, kapal tersebut dihantam oleh serangan yang diperkirakan berasal dari sistem pertahanan Iran. Setelah serangan, 20 awak berhasil menyelamatkan diri dengan sekoci dan dievakuasi oleh Angkatan Laut Oman, sementara tiga awak yang diperkirakan berada di ruang mesin belum ditemukan.

Reaksi Pemerintah Thailand

Kementerian Luar Negeri Thailand segera memanggil duta besar Iran di Bangkok, Nassereddin Heidari, untuk menuntut penjelasan resmi mengenai insiden. Menteri Luar Negeri menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ancaman terhadap warga sipil, termasuk warga Thailand, dan menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di selat strategis tersebut.

  • Meminta Iran memberikan klarifikasi tertulis dalam 48 jam.
  • Mengajukan protes diplomatik melalui jalur resmi.
  • Menegaskan bahwa Thailand akan melindungi kepentingan warganya di luar negeri.

Implikasi Regional dan Global

Insiden ini terjadi bersamaan dengan serangkaian serangan balasan Iran terhadap aset militer Amerika Serikat di wilayah Teluk Persia, serta serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk lainnya. Konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pejabat tinggi Iran, serta menimbulkan krisis energi global karena penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur utama transportasi minyak dunia.

Data dari Global Petrol Prices mencatat kenaikan harga minyak di 85 negara, memperparah tekanan ekonomi di banyak wilayah. Sementara itu, perusahaan pelayaran internasional mulai mengubah identitas digital kapal mereka menjadi “CHINA OWNER” atau “CHINA OWNER&CREW” demi mengurangi risiko menjadi target serangan Iran, menunjukkan betapa luasnya dampak geopolitik konflik ini.</n

Keputusan Iran untuk menuntut izin lewat Tehran bagi setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz menambah beban operasional bagi para pelaut dan perusahaan logistik. Hal ini memaksa sebagian besar armada komersial mencari jalur alternatif atau menunda pengiriman, yang pada gilirannya menurunkan volume perdagangan global.

Upaya Penyelamatan dan Penanganan Korban

Angkatan Laut Oman, yang berada di dekat lokasi kejadian, berhasil mengevakuasi 20 awak Mayuree Naree ke pelabuhan terdekat untuk perawatan medis. Tim SAR Thailand dan Oman terus melakukan penyisiran di area sekitar kejadian, menggunakan kapal pendukung dan helikopter, namun hingga kini tiga awak yang hilang belum ditemukan.

Para ahli keselamatan maritim menilai bahwa ruang mesin merupakan area paling rentan saat serangan terjadi karena struktur kapal yang lebih tebal dan akses terbatas. Mereka menyarankan peningkatan prosedur evakuasi darurat serta penggunaan peralatan deteksi ancaman yang lebih canggih.

Langkah Diplomatik Selanjutnya

Jika Iran tidak memberikan klarifikasi yang memuaskan, Thailand berpotensi mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau mengaktifkan mekanisme konsultasi multilateral melalui ASEAN. Pemerintah Thailand juga telah menyiapkan evakuasi tambahan bagi warganya yang berada di kawasan konflik, termasuk 34 warga Thailand yang baru saja tiba kembali ke Bangkok melalui Turki.

Situasi di Selat Hormuz tetap sangat tidak menentu. Selama periode mendatang, komunitas internasional diperkirakan akan meningkatkan tekanan diplomatik pada Iran untuk membuka kembali selat dan menghentikan tindakan yang mengancam keselamatan pelayaran dunia.

Kesimpulannya, serangan terhadap Mayuree Naree menegaskan kembali risiko tinggi yang dihadapi kapal komersial di wilayah konflik, sekaligus memaksa pemerintah Thailand untuk mengambil sikap tegas demi melindungi warganya dan menjaga kepentingan ekonomi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *