PSPK – 15 Maret 2026 | Menjelang Idul Fitri 2026, otoritas energi di Provinsi Banten memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG tetap aman meski permintaan diproyeksikan meningkat hingga 30 % dibandingkan hari biasa.
Ketua DPC Hiswana Migas Banten, Ivan Cahyadi, yang disampaikan oleh Sekretarisnya, Muhammad Irfan, menegaskan bahwa kerja sama dengan Pertamina telah membentuk Satgas khusus untuk memantau stok di seluruh SPBU, agen gas, serta pangkalan distribusi di wilayah tersebut.
- Satgas memantau secara real‑time ketersediaan stok.
- Jika terjadi lonjakan permintaan, pengiriman tambahan dapat dipercepat dari depot Pertamina, termasuk Terminal BBM Tanjung Gerem di Cilegon.
- SPBU diimbau menambah cadangan stok guna mengantisipasi puncak permintaan pada pertengahan hingga akhir Ramadan.
Peningkatan kebutuhan energi masyarakat selama bulan puasa, terutama menjelang hari raya, diperkirakan melebihi 30 % dari pola konsumsi normal. Faktor ini mendorong penambahan cadangan di titik‑titik distribusi strategis.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) juga mengaktifkan Tim Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI). Area Manager Communication, Relations & CSR, Susanto August Satria, menyatakan bahwa stok BBM dan LPG di wilayah Jawa Barat dan Banten berada pada level aman, berkat penambahan cadangan dan penerapan metode Regular, Alternative, dan Emergency (RAE) dalam pengelolaan rantai pasok.
Selain menjamin pasokan, Pertamina menambah layanan ekstra selama periode Ramadan, antara lain pengoperasian SPBU 24 jam dan penempatan Mini Serambi MyPertamina di sembilan SPBU yang diperkirakan akan ramai pemudik.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau menimbun bahan bakar, serta menggunakan BBM dan LPG sesuai kebutuhan agar distribusi tetap tepat sasaran.












