PSPK – 28 Maret 2026 | Setelah banjir melanda beberapa wilayah di Sumatra pada akhir 2025, sejumlah sekolah terpaksa menjalankan pembelajaran di tenda darurat. Pada awal 2026, proses belajar mengajar secara tatap muka telah kembali normal di banyak satuan pendidikan.
Di Sumatra Utara, SD Negeri 158498 Aek Tolang melaporkan bahwa sejak Januari 2026 kegiatan kelas berlangsung seperti biasa. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Hayati, menjelaskan bahwa pada Desember 2025 siswa belajar di tenda, namun kini mereka kembali ke ruang kelas permanen. Sekolah juga menerapkan kurikulum adaptif, dengan penilaian sederhana sesuai petunjuk teknis Kemendikdasmen untuk daerah terdampak bencana.
Sementara itu, di Sumatra Barat, SMAN 1 Batang Anai mempertahankan proses belajar meski kondisi masih pasca bencana. Sepuluh rombongan belajar ditempatkan di Asrama Haji Kabupaten Padang Pariaman, dan sisanya belajar di tenda yang difasilitasi oleh Kemendikdasmen. Kepala sekolah, Zulbaidah, mengatakan durasi belajar dipersingkat dan materi difokuskan pada hal-hal esensial, berpedoman pada buku panduan Puskurjar.
- Bantuan tunai untuk kebersihan dan seragam siswa.
- Pembangunan dua ruang kelas baru, toilet, dan penataan lingkungan di SDN 158498.
- Distribusi tenda darurat serta alat berat dari BNPB untuk normalisasi.
- Layanan trauma healing bagi guru dan siswa.
- Fasilitas belajar sementara yang disediakan pemerintah daerah.
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa hak belajar tidak boleh terhenti bahkan dalam situasi bencana. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan menjadi kunci utama untuk mengembalikan harapan dan semangat belajar peserta didik.
Upaya bersama ini tidak hanya memulihkan infrastruktur pendidikan, tetapi juga memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar secara berkelanjutan di wilayah yang terdampak.












