Project Seru Penuh Kejutan

Sejarah Kue Pai: Dari Mesir Kuno Hingga Modern

March 14, 2026 • 0 Views
Sejarah Kue Pai: Dari Mesir Kuno Hingga Modern
Sejarah Kue Pai: Dari Mesir Kuno Hingga Modern

PSPK – 14 Maret 2026 | Kue pai, yang kini dikenal sebagai hidangan manis atau gurih favorit banyak orang, ternyata telah ada sejak sekitar 6000 SM di Mesir kuno. Pada masa itu, manusia sudah mulai mengolah biji-bijian seperti jelai, gandum, dan gandum hitam menjadi adonan, menambahkan madu sebagai pemanis, kemudian memanggangnya di atas bara api atau abu.

Versi awal kue ini disebut “galettes” dan menjadi makanan populer selama lebih dari empat milenium. Selama periode tersebut, orang Mesir terus menyempurnakan teknik pemanggangan. Pada tahun 1300 SM, mereka mulai memperkaya isi galettes dengan buah‑buah, kacang‑kacangan, serta bahan tambahan lain, menjadikannya lebih variatif.

Pengaruh Mesir kemudian menyebar ke Yunani, yang mengadopsi konsep galette namun mengganti isian madu dengan daging. Ketika Romawi menaklukkan Yunani, mereka memperluas pilihan isian lebih jauh dengan menambahkan ikan, tiram, belut, dan kerang. Kue pai Romawi memiliki kulit yang lebih tipis, ringan, dan renyah, serta biasanya disajikan bersama hidangan utama.

Perkembangan selanjutnya terjadi pada abad ke-17 ketika pai mulai menyerupai bentuk yang kita kenal saat ini. Setelah masuk ke Eropa sekitar empat abad yang lalu, pai menjadi makanan yang dinikmati oleh semua kalangan, baik bangsawan maupun rakyat biasa. Di Inggris dan Irlandia, varian seperti shepherd’s pie dan cottage pie menjadi sangat populer.

Para pemukim Inggris membawa tradisi pai ke Amerika, lalu menyesuaikannya dengan bahan‑bahan lokal yang tersedia. Pada abad ke-19, kemajuan teknologi produksi gula, buah kalengan, dan tepung halus mempercepat evolusi pai menjadi kue penutup yang lebih manis. Pameran kota di Amerika pun memberikan penghargaan kepada pembuat pai terbaik, sementara oven modern memungkinkan produksi massal, sehingga toko roti di hampir setiap kota mulai menawarkan beragam jenis pai.

Sejak itu, pai terus bertransformasi mengikuti selera dan bahan yang ada, namun esensi dasarnya—adonan yang dipanggang dengan isian di dalamnya—tetap mempertahankan warisan kuliner ribuan tahun yang dimulai di tanah Mesir kuno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *