PSPK – 09 April 2026 | KFC terus memperluas jejaknya tidak hanya sebagai jaringan restoran cepat saji ternama, tetapi juga sebagai pelopor kolaborasi lintas industri. Berbagai inisiatif terbaru menunjukkan bagaimana merek ayam goreng ini menyesuaikan diri dengan tren teknologi, perubahan pola konsumsi, dan permintaan pasar global.
Kolaborasi Inovatif BYD dan KFC di China
Baru-baru ini, produsen kendaraan listrik BYD mengumumkan kerja sama dengan Yum China Holdings, pemilik merek KFC di China, untuk meluncurkan jaringan drive‑thru “nine‑minute” yang menggabungkan layanan pengisian cepat baterai dengan penyajian makanan. Konsep ini memungkinkan pengendara mobil listrik mengisi daya hingga 97% dalam sembilan menit menggunakan Blade Battery generasi kedua, sambil memesan menu KFC melalui fungsi pemesanan pintar yang terintegrasi dengan sistem kendaraan.
Fitur pemesanan pintar menampilkan lokasi KFC terdekat di sepanjang rute, memungkinkan driver memilih dan membayar makanan tanpa meninggalkan mobil. Implementasi awal dimulai pada model SUV Fangchengbao Ti7, dengan rencana ekspansi ke seluruh jajaran EV BYD. BYD menargetkan 20.000 stasiun pengisian cepat pada akhir tahun 2026, menambah nilai tambah bagi konsumen yang menganggap waktu mengisi daya sebagai tantangan utama kepemilikan EV.
Ekspansi Jam Operasional KFC di Surrey, Inggris
Di sisi lain, KFC di Inggris memperoleh izin operasional tambahan untuk memperpanjang jam layanan di cabang Addlestone, Surrey. Runnymede Borough Council memberikan persetujuan untuk melayani pelanggan hingga pukul 03.00 pagi pada malam Jumat dan Sabtu, serta hingga 01.00 pagi pada hari kerja. Meskipun layanan ini awalnya direncanakan untuk pelanggan yang datang langsung, keputusan akhir mengalihkannya menjadi layanan pengantaran saja, dengan toko tetap buka untuk alasan keamanan kebakaran.
Beberapa warga setempat mengajukan keluhan terkait potensi kebisingan, peningkatan sampah, dan insiden driver pengantar yang menghalangi akses rumah mereka. KFC menanggapi dengan menegaskan bahwa kebersihan area akan dipantau secara ketat, dan insiden pelanggaran dapat mengakibatkan pembatasan atau pemblokiran driver tertentu. Pihak manajemen juga berjanji akan berkoordinasi dengan perusahaan pengantaran seperti Deliveroo dan Just Eat untuk mengatasi masalah parkir dan gangguan.
KFC Membuka Cabang di Panglao Island, Filipina
Di Asia Tenggara, KFC memperluas jaringan restoran dengan membuka outlet kedua di provinsi Bohol, tepatnya di Panglao Island. Terletak di lantai dasar Bellemar Lifestyle Center, gerai ini melayani pelanggan mulai pukul 10.00 pagi hingga 10.00 malam pada hari kerja, dan hingga 11.00 malam pada akhir pekan. Acara peresmian dihadiri oleh tokoh lokal, perwakilan KFC Filipina, serta franchisee utama, menandai komitmen perusahaan untuk melayani wisatawan, penduduk setempat, dan tenaga kerja di wilayah tersebut.
Menu yang ditawarkan tetap mengusung resep rahasia 11 rempah-rempah milik Colonel, dengan penekanan pada produk ayam yang dipres tekanan dan dibumbu secara tradisional. Lokasi strategis di pusat perbelanjaan sekaligus dekat area wisata diprediksi akan meningkatkan kunjungan, mengingat pertumbuhan pariwisata Bohol yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.
Peluncuran Lima Rasa Soda Eksklusif Bersama Pepsi
Kolaborasi terbaru KFC dengan PepsiCo memperkenalkan lima varian minuman bersoda eksklusif yang hanya tersedia di gerai KFC tertentu. Meskipun detail rasa belum diungkap secara lengkap, brand menyebutkan bahwa kombinasi rasa dirancang untuk melengkapi profil gurih dan pedas menu ayamnya. Peluncuran ini diharapkan memperkuat penjualan makanan pendamping serta meningkatkan frekuensi kunjungan, khususnya di kalangan konsumen muda yang mengutamakan pengalaman rasa baru.
Strategi pemasaran melibatkan promosi silang di media sosial, paket bundling makanan dan minuman, serta penawaran terbatas pada periode peluncuran. Ketersediaan minuman ini menjadi contoh bagaimana KFC memanfaatkan sinergi dengan mitra minuman untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.
Dampak dan Prospek Masa Depan
- Integrasi teknologi: Kerjasama dengan BYD menandai langkah signifikan KFC dalam mengadopsi ekosistem mobilitas berkelanjutan, membuka peluang bagi model bisnis serupa di pasar lain.
- Penyesuaian jam operasional: Perluasan jam layanan di Inggris menanggapi permintaan konsumen akan makanan cepat saji pada malam hari, sekaligus menimbulkan tantangan regulasi dan hubungan dengan komunitas lokal.
- Ekspansi geografis: Pembukaan cabang di Panglao Island memperkuat posisi KFC di pasar Asia Tenggara, menggabungkan strategi pertumbuhan dengan tren pariwisata.
- Diversifikasi produk: Rasa soda eksklusif memperluas portofolio KFC, memberikan opsi pendamping yang dapat meningkatkan nilai transaksi rata‑rata per pelanggan.
Secara keseluruhan, langkah‑langkah strategis KFC menunjukkan adaptasi yang dinamis terhadap perubahan perilaku konsumen, inovasi teknologi, dan persaingan pasar. Dengan memadukan layanan cepat, teknologi pengisian listrik, dan penawaran produk baru, KFC berpotensi mempertahankan relevansi mereknya di era digital dan mobilitas modern.
Ke depan, keberhasilan kolaborasi ini akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan KFC dalam menyeimbangkan kepuasan pelanggan, kepatuhan regulasi, serta keberlanjutan operasional. Jika dapat dikelola dengan baik, model “one‑stop feeding and fueling” serta ekspansi jam layanan dapat menjadi contoh bagi pemain industri makanan cepat saji lainnya di seluruh dunia.












