PSPK – 20 Maret 2026 | Jakarta, 19 Maret 2026 – Menjelang periode mudik Lebaran 2026, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan kesiapan penuh dalam menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia. Melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI), perusahaan menyiapkan stok BBM di atas rata‑rata operasional harian, memperkuat jaringan distribusi, serta mengaktifkan layanan darurat Motorist Pertamina Delivery Service (PDS) sebanyak 200 unit di jalur‑jalur utama perjalanan mudik.
Stok BBM berada di atas rata‑rata operasional
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menyatakan bahwa cadangan BBM yang tersedia saat ini berada pada level lebih tinggi dari standar operasional harian. Hal ini berarti kilang‑kilang berada dalam kondisi maksimal, dengan model operasi kuantitatif yang menargetkan volume produksi setinggi‑tingginya. Di sejumlah Stasiun Bahan Bakar Umum (SBPU) juga telah diaktifkan operasi 24 jam, sementara armada mobil tangki siap menyalurkan BBM secara cepat ke daerah‑daerah yang membutuhkan.
Jaringan pipa dan kilang penunjang
Koneksi pipa antar‑kilang menjadi tulang punggung distribusi energi, terutama di Pulau Jawa. Kilang Cilacap terhubung melalui jaringan pipa ke Yogyakarta, Boyolali, dan sedang dibangun pipa lanjutan ke Semarang. Pipa tersebut juga meluas hingga Bandung, menjamin pasokan yang dapat dialirkan secara cepat antar‑wilayah. Jawa Barat dan DKI Jakarta mendapat pasokan dari kilang Balongan, sementara Jawa Tengah tetap mengandalkan kilang Cilacap.
- Kilang Cilacap: Mengalirkan BBM melalui pipa ke Yogyakarta, Boyolali, Semarang, dan Bandung.
- Kilang Balongan: Menyokong Jawa Barat dan DKI Jakarta.
- Kilang Dumai: Menjadi sumber utama untuk Sumatera Utara, Aceh, dan provinsi‑provinsi di Sumatera bagian utara.
- Kilang Plaju: Memenuhi kebutuhan Sumatera bagian selatan hingga Lampung dan Bengkulu.
Dengan jaringan pipa yang terintegrasi, rata‑rata stok BBM di Jawa Tengah tercatat di atas 21 hari, menandakan tingkat keamanan pasokan yang tinggi. Kondisi serupa juga diproyeksikan untuk Jawa Barat, Sumatera Utara, dan wilayah‑wilayah kepulauan seperti Karimunjawa, Kepulauan Seribu, serta Pulau Bawean, yang memerlukan perencanaan logistik khusus karena faktor cuaca dan aksesibilitas.
Motorist Pertamina Delivery Service (PDS) disiagakan 200 unit
Untuk menanggulangi potensi kehabisan BBM di tengah kemacetan atau di lokasi yang jauh dari SPBU, Pertamina Patra Niaga menyiapkan layanan Motorist Pertamina Delivery Service. Sebanyak 200 motorist ditempatkan di titik‑titik strategis, termasuk jalur tol utama, arteri padat, dan daerah dengan akses terbatas. Layanan ini bersifat darurat, memastikan pemudik yang kehabisan bahan bakar tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.
- Harga BBM yang diberikan oleh motorist tetap mengikuti tarif resmi SPBU, tanpa biaya tambahan.
- Motorist dilengkapi dengan peralatan keselamatan dan kendaraan pengangkut yang dapat menyalurkan BBM secara cepat.
- Penempatan dilakukan secara cermat di area rawan kemacetan, seperti Tol Batang‑Semarang, jalur lintas Jawa Barat‑Jawa Tengah, dan pintu masuk kepulauan.
- Setiap motorist beroperasi dengan standar layanan yang menjamin kualitas bahan bakar dan kepuasan konsumen.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keterjangkauan energi. Layanan PDS tidak menambah beban biaya pada konsumen, sehingga pemudik dapat menikmati perjalanan tanpa khawatir soal harga.
Respons positif masyarakat
Berbagai laporan lapangan mengindikasikan respons positif dari pemudik. Seorang pemudik dari Bandung, Adi Ahmad, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan motorist yang tiba di lokasi ketika bensin habis di jalur tol. “Pengantaran bensin lewat motorist sangat membantu, terutama saat terjebak macet,” ujarnya.
Selain itu, wilayah kepulauan yang sebelumnya menjadi tantangan logistik kini mendapat perhatian khusus. Pengiriman BBM ke Karimunjawa, Kepulauan Seribu, dan Pulau Bawean dijadwalkan lebih awal dengan memperhitungkan kondisi cuaca. Satgas RAFI melaporkan bahwa cuaca selama periode tersebut relatif bersahabat, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diwarnai curah hujan tinggi.
Penutup
Dengan stok BBM yang berada di atas rata‑rata operasional, jaringan pipa yang terintegrasi, serta layanan darurat Motorist Pertamina Delivery Service yang siap beroperasi 24 jam, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen kuat untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Upaya terkoordinasi ini diharapkan dapat menurunkan risiko kekurangan energi, meminimalisir gangguan perjalanan, serta memberikan rasa aman bagi jutaan pemudik yang menempuh perjalanan panjang di seluruh Indonesia.












