PSPK – 11 Maret 2026 | Sukabumi, 10 Maret 2026 – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melaksanakan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Nagrog, Sukabumi, pada Minggu (8/3/2026). Kunjungan ini tidak hanya bersifat religius, melainkan menjadi platform politik untuk menegaskan strategi Partai Golkar dalam menyiapkan diri menghadapi Pilkada 2024 di Jawa Barat.
Acara dibuka dengan salat Asar berjamaah sekitar pukul 16.30 WIB, diikuti oleh ziarah ke makam pendiri pesantren, KH Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab. Para santri menyambut kedatangan Bahlil dengan lantunan selawat, menciptakan atmosfer kebersamaan antara tokoh politik nasional dan komunitas pesantren.
Rangkaian Silaturahmi dan Dialog Politik
Setelah ibadah, Bahlil bersama jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, termasuk Ketua DPD Tubagus Ace Hasan Syadzily, Sekretaris DPD MQ Iswara, dan Bendahara Umum Metty Triantika, melanjutkan agenda silaturahmi. Turut hadir pula Plt Ketua DPD Kabupaten Sukabumi Deden Nasihin, anggota DPR RI, DPRD Jawa Barat, serta DPRD Kabupaten Sukabumi.
Di tengah pertemuan, Bahlil menyampaikan pesan penting: “Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, melainkan wadah pembentukan karakter bangsa. Golkar harus mengoptimalkan peran pesantren sebagai garda terdepan dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan politik di kalangan generasi muda.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Golkar melihat pesantren sebagai basis sosial yang potensial untuk menggalang dukungan. Bahlil menambahkan bahwa strategi partai akan mengedepankan pendekatan berbasis nilai-nilai keagamaan, sekaligus mengintegrasikan program pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Jurus Golkar Menuju Kemenangan Pilkada 2024
Selama acara, Bahlil menguraikan tiga jurus utama Golkar untuk memenangkan Pilkada 2024 di Jawa Barat:
- Jurus Akar Keluarga: Menggandeng tokoh agama dan komunitas lokal untuk memperkuat jaringan kepercayaan.
- Jurus Ekonomi Berkeadilan: Menawarkan paket program pembangunan infrastruktur energi terbarukan yang selaras dengan kebijakan Kementerian ESDM.
- Jurus Digitalisasi Partisipatif: Menggunakan platform daring untuk melibatkan pemuda, khususnya santri, dalam proses pembuatan kebijakan.
Strategi ini disampaikan dalam rapat kecil bersama Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji, serta beberapa pimpinan DPP seperti Meutya Hafid, Puteri Komarudin, Dave Laksono, dan Dewi Asmara.
Reaksi Para Pengamat dan Tokoh Lokal
Pesantren Azzainiyyah, yang dipimpin oleh Aang Abdullah Zein, menyatakan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Zein menilai perjalanan hidup Bahlil, yang “bangkit dari keterbatasan hingga menjadi pemimpin nasional,” menjadi inspirasi bagi para santri. Ia menambahkan, “Kehadiran Bahlil memberi sinyal bahwa politik dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan yang moderat.
Pengamat politik lokal, Didi Pratama, mencatat bahwa Safari Ramadan ini menandai upaya Golkar mengukir citra “political Islam yang progresif” tanpa mengorbankan sekularisme. Ia menilai, “Jika Golkar dapat menggabungkan dukungan pesantren dengan agenda pembangunan, peluang mereka untuk kembali menjadi kekuatan dominan di Jawa Barat meningkat signifikan.
Implikasi Nasional dan Koneksi dengan Kebijakan Energi
Selain agenda politik, Bahlil juga menyisipkan pembahasan singkat mengenai kebijakan energi nasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas pesantren dalam mengimplementasikan proyek energi terbarukan, khususnya di daerah pedesaan Jawa Barat. Menurutnya, “Pembangunan energi bersih tidak hanya meningkatkan ketersediaan listrik, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi pemuda setempat.
Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari DPD Kabupaten Sukabumi, yang menyoroti potensi pengembangan tenaga surya di wilayah pegunungan Sukabumi. Deden Nasihin menyampaikan, “Jika pemerintah dan Golkar dapat mengalokasikan dana khusus untuk proyek energi bersih, dampaknya akan terasa langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menggabungkan agenda keagamaan, sosial, dan ekonomi, Safari Ramadan Bahlil di Sukabumi menjadi contoh konkret bagaimana partai politik dapat memanfaatkan ruang-ruang tradisional untuk memperkuat basis pemilih.
Ke depan, Golkar dijadwalkan menggelar serangkaian kunjungan serupa ke pesantren lain di Jawa Barat, sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah DPD (Musda) yang akan berlangsung pada akhir tahun 2026. Diharapkan, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan popularitas partai, tetapi juga menumbuhkan dialog konstruktif antara politik dan masyarakat berbasis nilai keagamaan.
Secara keseluruhan, Safari Ramadan ini menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar tempat ibadah, melainkan arena strategis bagi partai politik untuk merajut jaringan sosial, menggalang dukungan, dan menyampaikan program pembangunan yang relevan dengan kebutuhan rakyat.










