PSPK – 16 Maret 2026 | Pada Senin, 16 Maret, serangan drone di wilayah Uni Emirat Arab (UEA) memicu kebakaran pada sebuah tangki bahan bakar yang terletak dekat Bandara Internasional Dubai. Insiden tersebut menyebabkan penerbangan di bandara tersibuk dunia untuk layanan internasional harus ditunda secara bertahap dan beroperasi dengan jadwal terbatas.
Maskapai Emirates, yang berbasis di UEA, menyatakan bahwa beberapa penerbangan dibatalkan dan sisanya dijadwalkan kembali setelah pukul 10.00 dengan kapasitas terbatas. Penumpang diimbau untuk memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.
Insiden di Dubai merupakan bagian dari rangkaian serangan yang lebih luas pada hari yang sama, meliputi:
- Rudal menewaskan seorang warga sipil Palestina di Abu Dhabi setelah menabrak mobil.
- Serangan drone di Fujairah menimbulkan kebakaran besar pada infrastruktur minyak, meski tidak ada korban luka.
- Iran mengklaim telah meluncurkan roket dari wilayah UEA menuju Pulau Kharg, klaim yang dibantah oleh pejabat UEA.
- Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan berhasil men intercept lebih dari 60 drone sejak tengah malam.
Sejak dimulainya konflik di Timur Tengah, Iran dilaporkan telah menembakkan lebih dari 1.900 rudal dan drone ke wilayah UEA, menargetkan tidak hanya instalasi militer tetapi juga aset sipil seperti bandara, pelabuhan, dan fasilitas energi. Sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat sebagian besar proyektil, namun dampak pada sektor transportasi udara tetap signifikan.
Warga yang berada di sekitar bandara mengungkapkan rasa cemas setelah beberapa minggu terakhir sering terdengar ledakan. Mereka berharap situasi dapat segera kembali normal dan layanan penerbangan dapat beroperasi penuh kembali.












