PSPK – 04 Maret 2026 | Pasar minyak global menunjukkan tanda-tanda kenaikan kembali meskipun indeks saham utama dunia mengalami penurunan pada Rabu, 4 Maret 2026. Konflik militer yang terjadi di Timur Tengah, khususnya penutupan Selat Hormuz oleh Iran setelah serangan udara bersama Amerika Serikat dan Israel, menjadi pemicu utama ketidakstabilan pasokan minyak.
Menurut Aktual.co.id, harga minyak mentah Brent mencapai $82,53 per barel pada Rabu, naik 1,4% dan menembus level tertinggi sejak Januari 2025. David Solomon, CEO Goldman Sachs, memperingatkan bahwa pasar akan memerlukan beberapa minggu untuk mencerna dampak operasi militer AS di wilayah tersebut.
Berikut beberapa poin penting terkait situasi terkini:
- Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia, hampir seluruhnya tertutup; tidak ada kapal Iran yang berlayar di Teluk Arab, Selat Hormuz, atau Teluk Oman.
- Militer AS dilaporkan menghancurkan 17 kapal Iran, termasuk satu kapal selam, sejak Sabtu.
- Pasar saham Asia tertekan: indeks Kospi Korea Selatan turun 12%, Nikkei 225 Jepang turun 3,9%, CSI 300 China turun 1,3%, dan Nifty 50 India turun 2%.
- Bursa saham di Dubai dan Abu Dhabi kembali dibuka, namun masing-masing mencatat penurunan 4,7% dan 3,5% pada sesi awal.
- Organisasi Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan insiden yang memengaruhi kapal-kapal di perairan dekat Uni Emirat Arab dan Oman.
Solomon menambahkan bahwa reaksi pasar relatif tenang mengingat besarnya dampak geopolitik, namun ia menekankan bahwa volatilitas dapat kembali muncul bila gangguan pasokan berlanjut atau terjadi eskalasi militer lebih lanjut.
Investor kini menantikan perkembangan lebih lanjut, termasuk kebijakan AS mengenai pengawalan kapal tanker melalui Selat Hormuz serta respons pasar terhadap potensi sanksi tambahan terhadap Iran.












