PSPK – 28 Maret 2026 | Jakarta – Libur Lebaran 2026 menjadi pendorong kuat bagi perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata. Selama enam hari libur, sejumlah destinasi wisata mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, menciptakan peluang pendapatan yang menggiurkan bagi pemerintah daerah.
Di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, data resmi menunjukkan total penerimaan daerah selama periode libur mencapai Rp2,85 miliar. Jumlah wisatawan yang tercatat mencapai 230.669 orang, melampaui capaian tahun sebelumnya meski durasinya lebih singkat.
Berikut perbandingan kinerja pariwisata Gunungkidul antara Lebaran 2025 dan 2026:
- Lebaran 2025 (10 hari): Pendapatan Rp1,7 miliar; 163.591 wisatawan.
- Lebaran 2026 (6 hari): Pendapatan Rp2,85 miliar; 230.669 wisatawan.
Rekor pendapatan harian tertinggi tercatat pada 23 Maret 2026, dengan pemasukan sebesar Rp848,5 juta dalam satu hari.
Akumulasi pendapatan daerah dari Januari hingga April 2026 mencapai Rp13,07 miliar, naik tajam dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya Rp5,7 miliar. Kenaikan bersih mencapai Rp7,33 miliar, menandakan pertumbuhan konsumsi masyarakat khususnya di sektor pariwisata.
Para pejabat daerah menilai tren ini sebagai sinyal positif bahwa daya beli masyarakat terus meningkat, dan libur panjang seperti Lebaran menjadi motor penggerak utama ekonomi lokal. Dengan capaian ini, Gunungkidul semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit wisatawan selama musim liburan.












