Sambutan di Stasiun Banyuwangi Kota
PSPK – 30 Mei 2026 | Disambut Penari Gandrung hingga Kudapan Lokal, Wisatawan yang Tiba di Banyuwangi Dapat Perlakuan Istimewa menjadi sorotan utama saat libur panjang Iduladha, ketika Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan rangkaian penyambutan yang hangat bagi para pelancong yang tiba melalui stasiun maupun bandara.
Setibanya di Stasiun Banyuwangi Kota, para wisatawan langsung disambut oleh penari tradisional Gandrung yang menampilkan tarian penuh energi, disertai alunan musik Jebeng Thulik. Senyuman ramah para penyambut menambah kesan pertama yang menyenangkan, sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suratnan, hadir memberi penghormatan dengan memasangkan udeng khas Banyuwangi kepada salah satu tamu.
Penghormatan dengan Udeng dan Suvenir
Udeng, penutup kepala tradisional Banyuwangi, dipakai sebagai simbol penghormatan dan identitas budaya. Setiap wisatawan yang menerima udeng juga diberikan suvenir kecil berupa gantungan kunci berlogo Banyuwangi serta brosur informasi destinasi wisata lokal. Langkah ini tidak hanya memperkuat rasa kebanggaan daerah, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan warisan budaya yang unik.
Kudapan Tradisional yang Menggugah Selera
Selain simbolik, penyambutan dilengkapi dengan kudapan lokal yang menggugah selera. Bagiak, sejenis kue beras tradisional yang biasanya disajikan bersama kuah kacang pedas, menjadi pilihan utama. Wisatawan dapat menikmati bagiak hangat bersama secangkir teh jahe atau kopi robusta khas Banyuwangi, menciptakan pengalaman kuliner yang otentik.
Para pelancong yang datang dengan kereta melaporkan bahwa rasa autentik bagiak serta kehangatan minuman tradisional membuat mereka merasa “betah” dan lebih lama menjelajahi keindahan alam serta budaya setempat.
Sambutan di Bandara Banyuwangi
Tak hanya di stasiun, penyambutan serupa juga diterapkan di Bandara Banyuwangi. Setibanya melalui jalur udara, wisatawan disambut oleh petugas yang membawa nampan berisi kudapan lokal dan minuman hangat. Meskipun tidak ada penari Gandrung, suasana tetap terasa meriah berkat musik tradisional yang diputar melalui pengeras suara.
Langkah ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas pilihan wisatawan untuk menjadikan Banyuwangi destinasi liburan. Dengan memberikan sentuhan lokal sejak pertama kali mereka menjejakkan kaki, harapannya para tamu akan menjelajahi lebih banyak atraksi, mulai dari pantai Pulau Merah hingga kawasan wisata alam Ijen.
Dampak Positif bagi Pariwisata
Inisiatif penyambutan yang melibatkan elemen budaya, kuliner, dan keramahan ini terbukti meningkatkan citra Banyuwangi sebagai destinasi ramah wisatawan. Data sementara menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan domestik selama libur Iduladha sebesar 12% dibandingkan periode sebelumnya.
Selain meningkatkan pendapatan sektor perhotelan dan kuliner, program ini juga memberikan peluang kerja bagi penari tradisional, pengrajin udeng, serta pedagang makanan lokal. Dengan menonjolkan keunikan budaya, Banyuwangi memperkuat posisi kompetitifnya di pasar pariwisata regional.
Secara keseluruhan, Disambut Penari Gandrung hingga Kudapan Lokal, Wisatawan yang Tiba di Banyuwangi Dapat Perlakuan Istimewa bukan sekadar acara seremonial, melainkan strategi berkelanjutan untuk mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan daerah. Pengalaman hangat yang dirasakan sejak langkah pertama di stasiun atau bandara diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan untuk kembali, menjadikan Banyuwangi bukan hanya tujuan singkat, melainkan destinasi yang dikenang lama.












