PSPK – 14 Maret 2026 | Sejak Sabtu, 14 Maret, Korea Utara meluncurkan lebih dari sepuluh rudal balistik ke arah laut lepas pantai timur negara tersebut, tepat pada saat pasukan Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang menggelar latihan militer gabungan.
Latihan militer tahunan yang diikuti oleh ratusan tentara AS dan Korea Selatan mencakup operasi penyeberangan sungai, penggunaan tank, serta kendaraan tempur lapis baja. Amerika Serikat menempatkan sekitar 28.500 personel serta skuadron jet tempur di Korea Selatan sebagai bagian dari komitmen pertahanan regional.
Peluncuran rudal ini menambah ketegangan di semenanjung Korea, mengingat Korea Utara telah melakukan uji coba rudal balistik dan jelajah selama lebih dari dua dekade untuk memperkuat kemampuan pengiriman senjata nuklir. Sejak 2006, Pyongyang telah dikenai sanksi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, meski sanksi tersebut belum menghentikan program persenjataan tersebut.
Pada minggu yang sama, Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Washington untuk membahas cara membuka kembali dialog dengan Pyongyang. Trump menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, sebuah langkah yang dianggap dapat menurunkan risiko konfrontasi militer.
- Lokasi peluncuran: dekat Pyongyang
- Waktu peluncuran: 13.20 (0430 GMT)
- Jumlah rudal: lebih dari 10
- Target: laut di luar zona ekonomi Jepang
- Latihan militer: operasi penyeberangan, tank, kendaraan lapis baja, dukungan udara AS
Para analis menilai bahwa tindakan Korea Utara merupakan upaya menunjukkan kemampuan militer sekaligus menguji respons sekutu regional di tengah proses diplomatik yang sedang berlangsung. Sementara itu, komunitas internasional terus menyerukan penurunan ketegangan dan kembali ke jalur dialog.










