Project Seru Penuh Kejutan

Kemenhaj Kendalikan Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Nusantara ke Arab Saudi untuk Haji 2026

March 5, 2026 • 0 Views
Kemenhaj Kendalikan Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Nusantara ke Arab Saudi untuk Haji 2026
Kemenhaj Kendalikan Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Nusantara ke Arab Saudi untuk Haji 2026

PSPK – 05 Maret 2026 | Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) memfasilitasi ekspor perdana beras Nusantara sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi sebagai persiapan konsumsi jemaah haji tahun 2026. Langkah ini menandai integrasi logistik haji berbasis produk pangan dalam negeri.

Ekspor dilaksanakan oleh Perum Bulog berdasarkan keputusan Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan arahan Badan Pangan Nasional. Volume dipilih sesuai dengan perkiraan 205.420 jemaah haji Indonesia, mencakup reguler dan petugas.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan terobosan penting setelah bertahun‑tahun menunggu agar beras lokal dapat melayani konsumsi jemaah di Tanah Suci.

Acara pelepasan ekspor di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, dihadiri pejabat penting, antara lain:

  • Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman
  • Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri
  • Anggota Komisi IV DPR RI Abdul Kharis
  • Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani
  • Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy

Berita tersebut juga mengungkap bahwa beras yang diekspor berasal dari hasil panen baru Jawa Barat dan Jawa Tengah, diproses di empat pabrik: Wilmar Serang, Wilmar Mojokerto, serta fasilitas Bulog di Karawang dan Subang. Kualitas diklaim super premium dengan tingkat pecahan di bawah 5 % dan kadar air di bawah 14 %.

Stok beras nasional per Maret 2026 tercatat 3,7 juta ton, tertinggi dalam sejarah, memberikan dukungan kuat bagi ekspor ini. Para pejabat berharap langkah kolaboratif lintas kementerian dapat membuka pasar baru bagi beras Indonesia.

Pengiriman dijadwalkan melalui tiga kapal (Hyundai, Wan Hai, Kota Sejati) yang berangkat 7 Maret 2026 menuju pelabuhan Jeddah, dengan pertimbangan geopolitik dan keamanan logistik. Pemerintah menargetkan model ini menjadi dasar integrasi layanan haji dan promosi produk nasional ke pasar internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *