Project Seru Penuh Kejutan

Kekurangan Bahan Bakar dan Gas di Gaza Menyulitkan Kehidupan Warga Palestina

March 25, 2026 • 0 Views
Kekurangan Bahan Bakar dan Gas di Gaza Menyulitkan Kehidupan Warga Palestina
Kekurangan Bahan Bakar dan Gas di Gaza Menyulitkan Kehidupan Warga Palestina

PSPK – 25 Maret 2026 | Setelah konflik yang menghancurkan jaringan listrik publik, warga Palestina di Jalur Gaza kini sangat bergantung pada generator pribadi. Pasokan bahan bakar yang sangat terbatas membuat biaya listrik melambung tajam, menempatkan beban berat pada rumah tangga yang sudah berada dalam krisis ekonomi.

Harga listrik per kilowatt‑jam meningkat dari sekitar 2,5 shekel (sekitar $0,80) sebelum perang menjadi antara 20 hingga 30 shekel ($7‑$10), hampir sepuluh kali lipat. Kenaikan ini membuat listrik hampir tidak terjangkau bagi banyak keluarga.

Contoh nyata dapat dilihat dari Abdullah Jamal, seorang tukang roti yang terpaksa menambahkan kayu ke dalam oven kecil demi mempertahankan panas saat menyiapkan roti bagi pengungsi. Keluarga‑keluarga di Gaza hanya menerima tabung gas 8 kg setiap dua hingga tiga bulan, sehingga mereka harus sangat membatasi pemakaian.

  • Jumlah truk bahan bakar yang diizinkan masuk: 1.190 dari 8.050 yang dijanjikan (hanya 14,7%).
  • Target harian: 50 truk, namun realisasinya jauh lebih rendah.
  • Kebutuhan bulanan Gaza: 350‑400 truk LPG, 15 juta liter solar, 2,5 juta liter bensin.
  • Pasokan aktual: sekitar 100 truk LPG per bulan.

Distribusi gas kepada rumah tangga menjadi sangat tidak menentu; dalam kondisi terbaik, tabung 8 kg tiba setiap 45 hari, namun dalam skenario terburuk intervalnya dapat mencapai 100 hari. Sebelum konflik, keluarga rata‑rata mengonsumsi 12 kg gas setiap 25 hari.

Harga bahan bakar juga mengalami lonjakan. Pada puncak perang, harga solar mencapai 90 shekel per liter (sekitar $29), tiga kali lipat tarif pra‑perang yang hanya 7 shekel per liter. Kenaikan harga ini memperburuk biaya transportasi dan menambah beban ekonomi masyarakat.

Lebih dari dua juta orang Palestina di Gaza kini menghadapi krisis energi yang bersinggungan dengan masalah kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Banyak fasilitas publik terpaksa beroperasi dengan bahan bakar yang dialokasikan untuk kebutuhan darurat, sementara rumah tangga berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *