PSPK – 20 Maret 2026 | Menjelang akhir Ramadan 1447 H, masyarakat Indonesia menanti kepastian tanggal Idulfitri 2026. Kementerian Agama mengadakan Sidang Isbat pada 19 Maret 2026 untuk menentukan 1 Syawal 1447 H.
Dalam tahap awal, tim hisab Kemenag memaparkan data astronomi. Konjungsi bulan pada 29 Ramadan diperkirakan terjadi pukul 08.23 WIB. Namun, posisi hilal saat matahari terbenam diprediksi berada pada ketinggian antara 0°54′27″ hingga 3°07′52″ dan elongasi 4°32′40″ hingga 6°06′11″.
Kriteria visibilitas MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) mensyaratkan ketinggian minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°. Karena nilai yang diproyeksikan belum memenuhi kedua syarat, ada kemungkinan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menekankan bahwa keputusan resmi harus menggabungkan hisab dan rukyatul hilal, yaitu pemantauan langsung di 117 titik di seluruh Indonesia. MUI meminta masyarakat menunggu hasil rukyat sebelum mengumumkan tanggal Idulfitri.
| Otoritas | Perkiraan Tanggal Idulfitri 2026 |
|---|---|
| Pemerintah & NU | Sabtu, 21 Maret 2026 (jika hilal tidak terlihat) |
| Muḥammadiyah | Jumat, 20 Maret 2026 (berdasarkan hisab hakiki) |
Jika terjadi perbedaan tanggal, semua pihak diharapkan mengedepankan toleransi (tasamuh) dan menjaga ukhuwah Islamiyah. Pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Agama setelah Sidang Isbat tertutup.
Dengan demikian, masyarakat dapat menyiapkan diri sambil menunggu keputusan final mengenai hari raya Idulfitri 2026.












