PSPK – 20 Maret 2026 | Kudus, 20 Maret 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan khutbah pada salat Idulfitri 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Gedung Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Dalam pidatonya, ia tidak hanya menekankan pentingnya memperoleh harta yang bersih dan halal, tetapi juga menyinggung konflik global yang masih berlangsung serta menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan segala bentuk kekerasan.
Mu'ti menegaskan bahwa persatuan dan kerukunan adalah modal utama dalam membangun Indonesia menjadi negara yang maju dan bermartabat. Ia menambahkan, setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, umat Muslim diharapkan melakukan penyucian diri secara menyeluruh—baik secara intelektual, spiritual, lingkungan, maupun material.
Berikut empat pilar penyucian diri yang diuraikan Mendikdasmen:
- Material Purity: Memperoleh harta yang halal dan menggunakannya dengan cara yang sah, menjauhi korupsi, penipuan, dan perilaku batil lainnya.
- Intellectual Purity: Membersihkan pikiran dari pengaruh negatif, mengembangkan pola pikir jernih, serta berupaya meningkatkan kualitas pengetahuan.
- Spiritual Purity: Memperkuat keimanan, memperdalam hubungan dengan Tuhan, dan mengamalkan nilai‑nilai Islami dalam kehidupan sehari‑hari.
- Environmental Purity: Menjaga kebersihan lingkungan, menghindari tindakan yang merusak alam, serta berkontribusi pada kelestarian bumi.
Mu'ti juga mengingatkan pentingnya hidup sederhana setelah Ramadan, menghindari gaya hidup boros, dan berbuat terbaik untuk diri sendiri, masyarakat, bangsa, serta lingkungan.
Acara salat Idulfitri yang dihadiri ribuan warga Muhammadiyah berlangsung khidmat. Lokasi semula direncanakan di halaman Swalayan ADA, namun dipindahkan ke Crystal Building UMKU karena kondisi cuaca yang membuat area basah. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor III UMKU sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, Rizka Himawan, turut hadir memberikan dukungan.
Dengan momentum Idulfitri, Mu'ti berharap umat dapat memanfaatkan momen tersebut sebagai sarana penyucian hati, memperkuat nilai‑nilai kebaikan, serta menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat, terutama di tengah dinamika konflik global yang masih memanas.










