PSPK – 19 Maret 2026 | Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan pada Selasa, 17 Maret 2026, peluncuran perdana rudal balistik taktis bernama Haj Qasem dalam rangka operasi militer yang diberi nama True Promise 4. Ini merupakan langkah ke‑59 dari rangkaian aksi balasan Iran yang menargetkan aset strategis Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk hingga Levant.
Rudal tersebut diarahkan untuk menyerang pangkalan militer AS yang berada di beberapa negara, termasuk Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta wilayah Kurdistan di Irak. Selain itu, IRGC juga menyatakan bahwa kota‑kota di Israel seperti Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan Beit Shemesh menjadi sasaran dalam operasi ini.
Haj Qasem merupakan rudal balistik taktis berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer. Rudal ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020 dan dinamai untuk menghormati almarhum Jenderal Qasem Soleimani. Penggunaan kali ini menjadi yang pertama dalam konflik terbuka melawan AS dan Israel sejak Maret 2026.
Serangan ini diklaim sebagai respons terhadap operasi gabungan militer AS‑Israel pada 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta menimbulkan korban sipil yang signifikan.
Keunggulan jangkauan 1.400 kilometer memungkinkan Iran menembus wilayah target tanpa harus memindahkan peluncur ke luar negeri, memperlihatkan kemampuan strategis yang signifikan. Analis militer menilai bahwa penggunaan rudal berbahan bakar padat dapat menyulitkan sistem pertahanan udara seperti Iron Dome dan Patriot karena waktu respons yang lebih singkat.
Situasi di Timur Tengah tetap dinamis dengan potensi eskalasi lebih lanjut. Iran dikabarkan masih memiliki cadangan rudal balistik yang besar dan berkomitmen melanjutkan Operasi True Promise hingga tujuan strategis tercapai.










