PSPK – 18 Maret 2026 | Rabu, 18 Maret 2026 menandai pekan keempat Masa Prapaskah dalam kalender liturgi Katolik tahun A/II. Hari ini diperingati dengan warna ungu, simbol pertobatan, serta memperingati tiga santo: Santo Syrillus dari Yerusalem, Santo Anselmus dari Lucca, dan Santo Salvator OFM. Bacaan harian mengundang umat untuk meneladani Kristus dalam setiap aspek kehidupan, termasuk pekerjaan sehari-hari.
Bacaan Kitab Suci Hari Ini
Surat Yesaya 49:8-15 menegaskan panggilan Allah kepada umat-Nya, menggambarkan perlindungan ilahi yang tak berkesudahan. Mazmur 145:8-9,13cd-14,17-18 menambahkan pujian atas kasih setia Tuhan yang meliputi semua makhluk. Puncak liturgi hari ini terletak pada Injil Yohanes 5:17-30, di mana Yesus menegaskan hak dan kuasa-Nya yang sejajar dengan Bapa, menolak tuduhan Farisi, serta mengajak setiap orang untuk percaya pada Dia sebagai jalan menuju hidup kekal.
Renungan Utama: Meneladani Yesus
Renungan Katolik hari ini mengangkat tema “Meneladani Yesus”. Dalam teks Injil, Yesus menegaskan identitas-Nya sebagai Anak Allah yang satu dengan Bapa, menolak batasan manusiawi, dan menegaskan bahwa segala perbuatan Bapa juga dikerjakan Anak. Paus Fransiskus pernah menekankan bahwa kebebasan sejati terletak pada ketaatan kepada kehendak Tuhan, bukan pada keinginan pribadi. Hal ini menjadi landasan bagi umat Katolik untuk mempraktikkan Imitatio Christi—meniru tindakan dan sikap Kristus dalam konteks modern.
Dalam dunia yang menuntut produktivitas tinggi, renungan “Pekerjaan‑Mu Juga Pekerjaanku” memperluas pemahaman tentang panggilan spiritual. Setiap tugas, baik di kantor, sekolah, maupun rumah, dipandang sebagai bagian dari rencana Allah. Dengan melaksanakan pekerjaan dengan integritas, kasih, dan kesetiaan, umat mengekspresikan ibadah hidup yang nyata.
Doa Penutup
Ya Tuhan, Engkau yang mengganjar orang saleh dan mengampuni yang bertobat, tuntunlah kami agar setiap pekerjaan kami menjadi persembahan bagi-Mu. Semoga kami selalu menyadari bahwa apa yang kami lakukan bukan sekadar aktivitas duniawi, melainkan wujud pengabdian kepada Engkau. Amin.
Umat Katolik di seluruh Indonesia dipanggil untuk merenungkan bacaan Injil hari ini, menginternalisasi pesan Kristus, dan mengaplikasikannya dalam tindakan nyata. Dengan meneladani Yesus—baik dalam kata maupun perbuatan—mereka dapat menapaki jalan pertobatan yang mengarah pada kebangkitan rohani, khususnya menjelang perayaan Paskah.
Melalui refleksi ini, diharapkan setiap umat tidak hanya memahami teks suci secara intelektual, melainkan menjadikannya sumber inspirasi yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk pekerjaan, keluarga, dan pelayanan sosial. Dengan demikian, semangat Prapaskah 2026 tidak hanya menjadi momen penyesalan, melainkan juga momentum transformasi yang menyeluruh.












