PSPK – 15 Maret 2026 | Menjelang arus mudik Lebaran, kawasan Pelabuhan Merak di Kota Cilegon semakin ramai dengan aktivitas para pemudik, sopir, dan pekerja. Kenaikan mobilitas ini memberi dampak positif bagi para pedagang kecil, terutama penjual kopi yang melaporkan peningkatan penjualan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Zuleha, seorang pedagang kopi berusia 33 tahun yang berjualan di sekitar pelabuhan, mengaku pendapatan hariannya meningkat sejak dua hari terakhir. Ia biasanya hanya mampu menjual satu termos kopi per hari, namun kini mampu menjual dua hingga tiga termos setiap hari menjelang mudik.
“Alhamdulillah, dua hari terakhir dagangannya ramai, dapat dua sampai tiga termos,” ujar Zuleha pada Minggu (15/3/2026) malam. Ia menambahkan bahwa perubahan ini berbeda jauh dibandingkan hari-hari biasa sebelum musim mudik.
Untuk memenuhi kebutuhan para pemudik yang menginginkan minuman hangat, Zuleha memperpanjang jam operasionalnya. Ia mulai membuka lapak pada pukul 12.00 WIB dan melanjutkan hingga sekitar pukul 03.00 WIB keesokan harinya. “Biasanya saya berjualan dari jam 12 siang sampai jam 3 subuh,” jelasnya.
Penjualan kopi yang meningkat tidak hanya menguntungkan Zuleha secara pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi pada perekonomian lokal. Lebih banyak pemudik berarti permintaan akan makanan dan minuman cepat saji di sekitar pelabuhan naik, sehingga membuka peluang bagi pedagang lain untuk menambah omzet.
Kondisi serupa dapat dilihat di area-area strategis lain yang menjadi titik kumpul pemudik, seperti terminal bus dan stasiun kereta. Para pelaku usaha kecil diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini dengan menyesuaikan produk, layanan, dan jam operasional untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Dengan meningkatnya arus orang, pedagang kopi seperti Zuleha berpotensi memperluas usahanya, menambah variasi menu, atau bahkan membuka cabang baru di lokasi-lokasi strategis lain di sekitar Pelabuhan Merak.












