PSPK – 11 Maret 2026 | Pada Selasa, 10 Maret 2026, Porwan Pandeglang menyelenggarakan Bazar Ramadan Kadaharan Buka Puasa yang sekaligus menjadi forum diskusi tentang ketahanan ekonomi masyarakat. Dua organisasi perangkat daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Pandeglang, berperan sebagai narasumber utama.
Acara ini mengusung tema pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian integral dari program unggulan Bupati Pandeglang, “Bangga Kuliner Lokal” (Bakul). Fokus pembahasan meliputi strategi memperkuat posisi UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk potensi dampak ketegangan geopolitik seperti konflik antara Iran‑AS dan Israel‑AS.
Kepala Kesbangpol Pandeglang, Muklis Arifin, menekankan pentingnya sosialisasi ketahanan ekonomi bagi pelaku UMKM. Ia menyatakan bahwa dinamika geopolitik dunia dapat menurunkan aliran barang, menaikkan biaya impor, dan menimbulkan fluktuasi harga yang berimbas pada sektor usaha kecil. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kesiapan finansial dan diversifikasi usaha agar mampu bertahan dalam berbagai skenario.
Sementara itu, Doni Romdoni selaku Pengawas Koperasi dan UMKM DKUPP menyoroti ancaman kenaikan harga bahan baku. Ia mengajak pelaku UMKM untuk mencari alternatif sumber bahan, mengoptimalkan proses produksi, serta menyesuaikan volume produksi dengan permintaan pasar. Penekanan juga diberikan pada pentingnya inovasi kemasan yang menarik untuk memperkuat daya tarik konsumen.
DKUPP Pandeglang telah meluncurkan serangkaian program pendukung, antara lain pelatihan manajemen keuangan, digitalisasi pemasaran melalui media sosial, serta penerapan QRIS untuk memperluas jaringan penjualan. Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pangsa pasar, dan pada gilirannya memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Berikut beberapa langkah praktis yang disarankan bagi UMKM dalam menghadapi tantangan geopolitik dan fluktuasi biaya:
- Mengidentifikasi dan menjalin kemitraan dengan pemasok alternatif yang lebih stabil.
- Mengadopsi teknologi digital untuk pemasaran dan transaksi, termasuk penggunaan QRIS.
- Mengoptimalkan manajemen persediaan agar tidak terjebak pada stok berlebih saat harga melambung.
- Berinovasi pada desain kemasan untuk meningkatkan nilai jual produk.
- Melakukan evaluasi rutin terhadap arus kas dan menyiapkan cadangan likuiditas.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendukung, dan pelaku UMKM, diharapkan ekonomi Pandeglang dapat tetap tangguh meski dihadapkan pada gejolak geopolitik global.












