PSPK – 08 Maret 2026 | JAKARTA, 7 Maret 2026 – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di bawah naungan Persatuan Islam (Persis) untuk mengisi gerai ritel modern milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh Indonesia.
Dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta pada Sabtu (7/3), Ferry menyoroti fakta bahwa setiap gerai ritel modern Kopdes Merah Putih menampung sekitar 4.000 jenis produk yang dipasarkan kepada konsumen. “Jika UMKM kita, termasuk yang binaan Persis, mampu memproduksi separuhnya saja, itu sudah sangat bagus,” ujar Menteri, menekankan besarnya peluang pasar yang dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha kecil.
Target Produksi dan Produk Unggulan
Ferry mengajak UMKM untuk memperluas lini produksi ke sektor kebutuhan sehari-hari yang memiliki permintaan tinggi, antara lain:
- Air mineral dalam kemasan
- Sampo dan produk perawatan pribadi
- Kecap, sambal, dan bumbu dapur
- Roti serta produk bakery
- Produk konsumsi lainnya dengan standar kualitas baik dan harga kompetitif
“Produk-produk tersebut harus diproduksi dengan kualitas baik dan harga kompetitif. Saya menjamin, seluruh produk UMKM kita bisa dijual di gerai ritel Kopdes Merah Putih,” tegas Ferry, menambahkan dukungan penuh pemerintah bagi pelaku UMKM yang siap bersaing di pasar modern.
Sinergi Pemerintah dan Persis
Acara tersebut juga menjadi ajang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dan PP Persis. Kerja sama strategis ini mencakup beberapa fokus utama:
- Penguatan kelembagaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan manajerial
- Pengembangan usaha dan unit bisnis yang berbasis pada produk lokal
- Perluasan akses pembiayaan dan permodalan bagi UMKM
- Pembentukan jaringan kemitraan antara koperasi, pelaku UMKM, dan institusi keuangan
Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenudin, menyambut baik kolaborasi ini. “Kita perlu terus menciptakan peluang-peluang pengembangan ekonomi kerakyatan. Kemitraan strategis dengan Kementerian Koperasi akan memperkuat ekonomi umat,” kata Jeje, menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah.
Dampak terhadap Perekonomian Lokal
Dengan menargetkan setidaknya 2.000 produk dari total 4.000 jenis barang yang dijual di masing-masing gerai, pemerintah berharap tercipta efek multiplikasi yang signifikan. Para ahli ekonomi memperkirakan bahwa peningkatan partisipasi UMKM di rantai pasok ritel modern dapat menambah nilai tambah hingga 15‑20% pada produk lokal, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor produksi, distribusi, dan pemasaran.
Selain itu, kehadiran produk UMKM di gerai Kopdes Merah Putih diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa, mengurangi ketergantungan pada produk impor, serta meningkatkan daya beli masyarakat di daerah terpencil.
Ferry menutup acara dengan mengajak seluruh pelaku UMKM untuk meningkatkan rasa percaya diri, mengoptimalkan kualitas produksi, dan memanfaatkan jaringan koperasi sebagai platform pemasaran yang efektif. “Kami yakin, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan semangat gotong‑royong, UMKM Indonesia dapat mengisi setengah dari rak gerai ritel modern dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” tutupnya.
Seiring pelaksanaan MoU dan program pelatihan yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan, mata publik kini tertuju pada realisasi target tersebut. Jika tercapai, inisiatif ini dapat menjadi model bagi program pemberdayaan ekonomi kerakyatan lainnya di seluruh Nusantara.












