PSPK – 24 Maret 2026 | Jumat, 22 Maret 2026 menandai hari pertama Idul Fitri yang biasanya identik dengan kebahagiaan, namun di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Timur muncul dinamika menegangkan. Di Solo, kepolisian berhasil menangkap seorang warga yang diduga menyelenggarakan pesta minuman beralkohol (miras) secara massal, sementara di Blitar muncul video viral yang menampilkan petugas polisi ditantang duel oleh sekelompok remaja ketika melakukan penyitaan petasan siap ledak.
Latar Belakang Keamanan Lebaran
Sejumlah laporan masyarakat menyebutkan adanya rencana perayaan yang melibatkan petasan dalam jumlah besar serta pesta miras di wilayah perkotaan. Pihak kepolisian menganggap hal tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum, mengancam keselamatan publik, dan melanggar peraturan perundang‑undangan yang melarang konsumsi alkohol pada hari raya keagamaan.
Penangkapan Warga Solo Diduga Gelar Pesta Miras
Pada malam H‑1 Idul Fitri, tim Polres Solo menggelar operasi penggerebekan setelah menerima laporan anonim tentang sebuah rumah yang dijadikan tempat pesta minuman keras. Sesampainya di lokasi, petugas menemukan lebih dari dua lusin botol minuman beralkohol, pengeras suara, serta sejumlah saklar listrik yang dipasang untuk menghidupkan lampu sorot.
Warga yang bernama Ahmad Sudrajat (35) langsung ditangkap bersama tiga orang teman yang membantu menyajikan miras. Seluruh barang bukti disita dan dibawa ke kantor polisi untuk diproses. Ahmad diduga melanggar Undang‑Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol serta mengganggu ketertiban umum di hari raya.
Insiden Duel di Blitar Saat Penyitaan Petasan
Sementara itu, di Kota Blitar, Jawa Timur, video yang beredar luas memperlihatkan seorang pemuda menantang duel anggota kepolisian ketika mereka tengah menyita dua kardus petasan dan seperempat karung tambahan yang siap diledakkan. Penemuan tersebut berasal dari laporan warga yang merasa resah dengan rencana penyulutan petasan di Simpang Tiga Jalan Serayu.
Petugas segera melakukan tindakan persuasif, namun salah satu remaja tidak menerima barangnya disita, lalu memegang kerah baju polisi dan menantang duel secara terbuka. Situasi sempat memanas, namun warga sekitar dan remaja lain membantu meredam emosi pelaku. Akhirnya, remaja tersebut meminta maaf secara langsung kepada anggota kepolisian, dan proses penyitaan selesai tanpa kekerasan lebih lanjut.
Reaksi Masyarakat dan Penegakan Hukum
- Warga Solo: Banyak yang mengapresiasi tindakan tegas polisi, mengingat konsumsi alkohol pada hari raya dianggap tidak sesuai nilai budaya.
- Warga Blitar: Sebagian menilai tindakan polisi sudah tepat, namun menyoroti perlunya pendekatan persuasif yang lebih intensif untuk menghindari konfrontasi.
- Pengamat Keamanan: Kedua insiden menegaskan pentingnya koordinasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketertiban Lebaran, terutama menjelang hari libur panjang.
Upaya Polisi Menjaga Keamanan Lebaran
Polri mengumumkan bahwa operasi penertiban akan terus digalakkan hingga akhir Ramadan. Fokus utama meliputi:
- Penyitaan petasan dan barang berbahaya lainnya di area publik.
- Pengawasan terhadap penyelenggaraan pesta miras, terutama di daerah perkotaan.
- Peningkatan patroli keliling di zona keramaian, pasar tradisional, dan tempat ibadah.
- Kerjasama dengan tokoh masyarakat untuk menyebarkan pesan aman Lebaran.
Seluruh langkah tersebut diharapkan dapat mencegah potensi kecelakaan, kerusuhan, dan pelanggaran hukum yang dapat merusak suasana damai Idul Fitri.
H‑1 Idul Fitri menjadi momen penting bagi aparat untuk menegakkan aturan sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan publik. Penangkapan di Solo dan insiden duel di Blitar menjadi contoh nyata tantangan yang harus dihadapi dalam rangka mewujudkan Lebaran yang aman, tenteram, dan bebas dari tindakan melanggar hukum.












