PSPK – 20 Maret 2026 | Shanghai – Pemerintah Tiongkok kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan angka pernikahan dan kelahiran setelah mengalami penurunan historis. Pada tahun 2025 tercatat 6,76 juta pernikahan, naik dari titik terendah pada 2024, sekaligus menandai awal kebijakan baru yang diharapkan dapat menstabilkan demografi negara.
Pasangan guru musik Huang Zhen Hui dari Shandong dan Liang Ren Jia dari Zhejiang menjadi contoh konkret. Setelah tujuh tahun berpacaran dan mengatasi jarak 1.000 km antara kampung halaman, mereka menikah di Shanghai pada November lalu. Cerita mereka menyoroti tantangan finansial yang dihadapi generasi muda, namun juga menegaskan nilai kepemilikan dan stabilitas yang dicari dalam pernikahan.
Pemerintah menghapus aturan lama yang mengharuskan pencatatan pernikahan di kota asal, memungkinkan pasangan mendaftar di mana saja. Kebijakan ini, bersama dengan pelonggaran larangan satu anak (2016), kebijakan dua‑anak (2016‑2021) dan tiga‑anak (2021), menjadi bagian dari rangkaian upaya demografis.
- Insentif tunai 3.600 yuan per anak di bawah tiga tahun.
- Cuti melahirkan yang diperpanjang di beberapa provinsi.
- Dukungan perumahan khusus bagi pasangan baru.
- Peningkatan layanan kesehatan ibu dan bayi.
Dalam Sidang Dua Sesi, pejabat menargetkan terciptanya “masyarakat yang ramah persalinan” dalam lima tahun ke depan. Namun pakar seperti Mu Zheng, wakil direktur Pusat Penelitian Keluarga dan Kependudukan Universitas Nasional Singapura, memperingatkan bahwa masalah pendapatan, pekerjaan, dan perubahan nilai sosial tetap menjadi penghalang utama.
Data demografis menunjukkan tekanan yang semakin berat: angka kelahiran turun menjadi 5,63 per 1.000 penduduk pada tahun lalu, sementara populasi menyusut 3,39 juta menjadi sekitar 1,4 miliar selama empat tahun berturut‑turut. Peningkatan proporsi warga lanjut usia yang bergantung pada pensiun negara menambah beban ekonomi.
| Indikator | 2024 | 2025 |
|---|---|---|
| Jumlah pernikahan (juta) | ~6,5 | 6,76 |
| Angka kelahiran (per 1.000) | 5,63 | diperkirakan naik sedikit |
| Populasi (miliar) | 1,403 | ~1,400 |
Upaya pemerintah diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan generasi muda terhadap institusi keluarga, namun keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada perbaikan kondisi ekonomi dan perubahan persepsi sosial.












