PSPK – 31 Maret 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga (DBM) meluncurkan program penataan ulang lima titik zebra cross di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet. Empat titik mulai dikerjakan pada Senin malam, 30 Maret 2026, sementara dua titik telah selesai pada 31 Maret 2026. Inisiatif ini muncul setelah warga secara mandiri mengecat zebra cross, termasuk motif bergambar Pac‑Man, yang menjadi viral di media sosial.
Heru Suwondo, Kepala Dinas Bina Marga DKI, menyampaikan harapan bahwa penambahan zebra cross standar akan meningkatkan keamanan dan ketertiban mobilitas warga. Ia menambahkan, “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat hilangnya fasilitas penyeberangan. Hal ini disebabkan oleh pemeliharaan berkala dan penambahan lapisan aspal pada akhir 2025 yang menutupi marka lama.”
Alasan Teknis Penataan Kembali
Menurut Heru, proses pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan segera setelah pengaspalan karena material thermoplastic membutuhkan kondisi permukaan yang kering secara optimal. “Material ini harus melekat kuat agar tahan lama, terutama mengingat curah hujan tinggi yang menjadi kendala tambahan,” ujar dia.
Yustinus Prastowo, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI, menegaskan bahwa regulasi marka jalan tetap harus dipatuhi demi keselamatan semua pengguna, termasuk mereka yang memiliki gangguan persepsi visual. Ia menambahkan, “Kreativitas warga kami hargai, tetapi standar teknis tidak dapat diabaikan. Kami akan menunggu cat yang sudah diaplikasikan oleh warga memudar sebelum melakukan standarisasi penuh.”
Apresiasi Terhadap Inisiatif Warga
Siti Dinar Wenny, Kepala Pusat Data Informasi Dinas Bina Marga, mengakui bahwa zebra cross buatan warga mencerminkan kepedulian kolektif. “Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat menginginkan fasilitas penyeberangan yang aman. Kami tidak akan langsung menghapusnya, melainkan akan mempertahankannya sementara dan mengintegrasikannya dalam rencana penataan ulang.”
Warga yang sebelumnya melukis zebra cross dengan gambar Pac‑Man di depan Gereja Bukit Moria dan di dekat Universitas Sahid, kini melihat respons positif dari pemerintah. Pemerintah berjanji untuk melibatkan kreator dan seniman dalam proyek ruang publik lainnya setelah cat memudar, sebagai bentuk kolaborasi antara otoritas dan komunitas.
Rincian Lokasi dan Jadwal Pengerjaan
- Lokasi 1: Depan Universitas Sahid, arah Tebet – selesai 31 Maret 2026.
- Lokasi 2: Seberang Sekolah Kinderfield, arah Tebet – selesai 31 Maret 2026.
- Lokasi 3‑5: Titik lain di sepanjang Soepomo, Pancoran‑Tebet – mulai dikerjakan 30 Maret 2026 malam, diperkirakan selesai dalam beberapa minggu ke depan.
Seluruh proses akan mengikuti standar teknis DBM, termasuk penggunaan material thermoplastic yang tahan terhadap beban kendaraan dan cuaca ekstrem. Pemerintah juga menyiapkan komunikasi intensif dengan warga melalui kanal resmi untuk memberi informasi perkembangan proyek.
Kesimpulannya, langkah DBM DKI Jakarta dalam menata kembali lima zebra cross di Jalan Soepomo tidak hanya menegakkan regulasi keselamatan, tetapi juga mengakui peran serta warga yang kreatif. Dengan menunggu cat buatan warga memudar, pemerintah berupaya menyelaraskan kebutuhan teknis dengan penghargaan atas inisiatif masyarakat, sehingga ruang publik menjadi lebih aman dan inklusif.












