PSPK – 31 Maret 2026 | Sejumlah petani di Kabupaten Manggarai Timur menulis surat kepada Bupati Andreas Agas pada 15 Maret untuk meminta bantuan dana perbaikan saluran irigasi yang rusak parah akibat longsor. Saluran irigasi sepanjang sekitar 50 meter di persawahan Mobos‑Nengga, desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, mengalami kerusakan berat sehingga aliran air terhenti dan mengancam hasil panen serta mata pencaharian sekitar 100 kepala keluarga.
Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua GP3A Wae Mokel, Martinus Garman, bersama Kepala Desa Rana Mbeling, Samforianus Arifman, dan disalin kepada Ketua DPRD, Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR, serta Kepala Dinas Pertanian. Menurut Martinus, kerusakan terjadi setelah hujan deras pada 14 Maret, ketika retakan kecil pada saluran berubah menjadi ambruk total.
GP3A mengajukan proposal anggaran sebesar Rp107,5 juta untuk perbaikan secara swakelola, dengan rincian sebagai berikut:
| Item | Jumlah | Biaya (Rp) |
|---|---|---|
| Semen | 100 sak | 7.500.000 |
| Ret pasir | 35 ret | 45.000.000 |
| Ret batu | 30 ret | 45.000.000 |
| Upah tukang | – | 10.000.000 |
Anggota DPRD Manggarai Timur, Elvis Jehama, menyatakan bahwa laporan tersebut telah diteruskan ke BPBD dan sedang dipertimbangkan untuk alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Ia menambahkan bahwa usulan perbaikan lanjutan akan dibawa ke Dinas PUPR dalam proses pembahasan anggaran karena isu ini berhubungan langsung dengan ketahanan pangan.
Dinas Pertanian mengonfirmasi telah menerima proposal petani dan siap memberikan bantuan berupa pompa air, namun menegaskan bahwa perbaikan saluran irigasi berada di bawah kewenangan Dinas PUPR dan pemerintah provinsi. Kepala Dinas PUPR, Ferdinandus Membok, menunggu hasil kajian lapangan dari BPBD sebelum melaksanakan tindakan darurat.
GP3A juga melaporkan bahwa 43 petani mengalami kerugian total sekitar Rp300,5 juta, serta menyertakan foto kondisi saluran dan upaya perbaikan darurat yang dilakukan secara gotong‑royong.












