PSPK – 04 Maret 2026 | Fahd Arafiq, sosok yang selama ini jarang menjadi sorotan publik, kini kembali muncul di layar kaca setelah terungkap telah terjerat dua kasus korupsi. Sebagai kakak dari Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dan menantu dari anggota DPR Golkar, Ashraff Khan, nama Fahd menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika politik dan hukum di Jawa Tengah.
Riwayat Karier Politik Fahd Arafiq
Fahd Arafiq menapaki jalur politik melalui Partai Golkar, mengikuti jejak ayahnya, A. Rafiq, penyanyi dangdut legendaris yang sekaligus menjadi tokoh publik. Selama lebih dari satu dekade, Fahd menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah dan sempat memegang posisi strategis di komisi pengawasan keuangan daerah. Pengalaman tersebut membuatnya dikenal sebagai “politikus birokrat” yang menguasai jaringan politik di tingkat provinsi.
Kasus Korupsi Pertama: Pengadaan Barang di Kabupaten Pekalongan
Pada tahun 2022, KPK membuka Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap proyek pengadaan barang dan jasa outsourcing di Kabupaten Pekalongan. Meskipun bukan terdakwa utama, Fahd Arafiq diduga menjadi perantara antara pejabat daerah dan kontraktor swasta. Penyidikan mengungkap adanya alokasi dana yang tidak sesuai dengan kontrak, serta dugaan suap sebesar Rp 5 miliar yang mengalir ke rekening pribadi Fahd. Pada akhir 2023, ia dinyatakan tersangka dan dikenai penahanan selama tiga bulan.
Kasus Korupsi Kedua: Penyalahgunaan Anggaran Pilkada 2024
Tak lama setelah menyelesaikan proses hukum pertama, Fahd kembali terjerat kasus lain pada tahun 2024. KPK menelusuri aliran dana kampanye Pilkada Jawa Tengah, menemukan bahwa sejumlah dana kampanye yang seharusnya dialokasikan untuk kegiatan resmi dialihkan ke rekening pribadi Fahd melalui perusahaan konsultan politik yang dimilikinya. Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 12 miliar. Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas politisi yang sekaligus memiliki ikatan keluarga dengan pejabat eksekutif daerah.
Dampak Terhadap Keluarga Arafiq
Kasus-kasus tersebut tidak hanya menghantam karier Fahd, tetapi juga menimbulkan bayang‑bayang kelam bagi keluarganya. Fadia Arafiq, yang baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah ditangkap oleh KPK dalam OTT pengadaan outsourcing, kini harus menghadapi tuduhan yang melibatkan saudara laki-lakinya. Sementara itu, suami Fadia, Ashraff Khan, anggota DPR Golkar periode 2024‑2029, menghadapi tekanan politik yang signifikan. Beberapa pengamat memperkirakan bahwa reputasi partai dapat terpengaruh jika tidak ada tindakan tegas terhadap anggota keluarganya yang terlibat korupsi.
Reaksi Publik dan Penegakan Hukum
Pengungkapan dua kasus korupsi Fahd menimbulkan gelombang protes di media sosial, terutama di kalangan aktivis anti‑korupsi. Tagar #FahdArafiqKenaKasus menjadi trending di Twitter selama beberapa hari. KPK menegaskan komitmennya untuk menindak semua pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu, dan mengumumkan bahwa proses penyidikan masih berjalan. Sementara itu, Komisi IX DPR menyatakan akan melakukan pemantauan ketat terhadap aktivitas anggota DPR yang memiliki kerabat terlibat kasus korupsi.
Secara keseluruhan, saga Fahd Arafiq menyoroti tantangan serius dalam upaya pemberantasan korupsi di tingkat daerah, terutama bila jaringan politik bersifat familier. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi partai politik dan institusi penegak hukum untuk meningkatkan transparansi serta akuntabilitas.
Ke depannya, masyarakat menanti keputusan pengadilan yang diharapkan dapat memberikan keadilan bagi negara dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi.










