PSPK – 04 Maret 2026 | Jakarta, 3 Maret 2026 – Danantara Indonesia bersama Indonesia Investment Authority (INA) resmi menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) untuk menanamkan total investasi US$200 juta (sekitar Rp3,37 triliun) pada proyek Chlor‑Alkali–Ethylene Dichloride (CA‑EDC) senilai US$800 juta. Proyek ini menjadi bagian penting dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditujukan memperkuat rantai pasok bahan baku kimia strategis di dalam negeri.
Struktur Investasi dan Nilai Proyek
Investasi bersama Danantara dan INA menutupi 25 % dari total biaya pembangunan pabrik yang akan dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan Chandra Asri Group. Nilai total proyek US$800 juta setara dengan sekitar Rp13,39 triliun, dengan target operasional pada tahun 2027.
Kapasitas Produksi dan Manfaat Ekonomi
Pada fase pertama, fasilitas CA‑EDC akan menghasilkan 400.000 ton Caustic Soda kering dan 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun. Caustic Soda merupakan bahan baku utama untuk sabun, deterjen, pemurnian alumina, dan produksi kertas, sedangkan EDC menjadi komponen vital dalam industri konstruksi dan pengemasan. Kehadiran kapasitas produksi domestik ini diharapkan dapat menurunkan impor bahan kimia strategis secara signifikan, sekaligus membuka peluang ekspor yang dapat menambah devisa negara.
Pernyataan Pejabat Utama
- Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia: “Kolaborasi ini bukan sekadar respon terhadap ketergantungan impor, melainkan langkah konkret mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia.”
- Eddy Porwanto, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA: “Investasi ini mencerminkan mandat jangka panjang INA untuk menyalurkan modal ke sektor‑sektor prioritas nasional, termasuk industri kimia strategis.”
- Erwin Ciputra, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group: “Kami menyambut baik partisipasi Danantara dan INA sebagai mitra strategis. Proyek ini akan mengurangi ketergantungan impor, memperkuat ketahanan rantai pasok, serta menciptakan 3.000 lapangan kerja selama konstruksi dan 250 lapangan kerja saat operasional.”
Analisis Pasar dan Prospek Saham
Menurut Miftahul Khaer, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, kehadiran investor institusional seperti Danantara dan INA menjadi katalis positif bagi TPIA. Ia menilai bahwa meski kontribusi laba belum terasa dalam jangka pendek karena proyek masih dalam tahap pembangunan, potensi penambahan pendapatan, diversifikasi rantai pasok, dan stabilitas margin akan terasa kuat setelah operasional dimulai pada 2027. Analis merekomendasikan strategi “buy on weakness” dengan target harga Rp6.350 per saham.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Proyek CA‑EDC dijanjikan dibangun dengan standar teknologi tinggi dan prinsip keberlanjutan, memastikan efisiensi operasional serta kepatuhan pada regulasi keselamatan industri. Selain penciptaan lapangan kerja, fasilitas ini diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat Cilegon dan sekitarnya melalui program CSR dan peningkatan infrastruktur.
Secara keseluruhan, investasi US$200 juta dari Danantara dan INA menegaskan komitmen pemerintah serta sektor swasta dalam memperkuat industri kimia nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan mempercepat proses hilirisasi. Dengan jadwal operasional 2027, proyek CA‑EDC diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama transformasi ekonomi Indonesia menuju kemandirian bahan baku strategis.












