Project Seru Penuh Kejutan

Lebaran Pertama Menkeu Purbaya: Baju Koko Rp125 Ribu, Nawar Harga, dan Tantangan Mengelola Keuangan Negara

March 22, 2026 • 0 Views
Lebaran Pertama Menkeu Purbaya: Baju Koko Rp125 Ribu, Nawar Harga, dan Tantangan Mengelola Keuangan Negara
Lebaran Pertama Menkeu Purbaya: Baju Koko Rp125 Ribu, Nawar Harga, dan Tantangan Mengelola Keuangan Negara

PSPK – 22 Maret 2026 | Jakarta, 21 Maret 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merayakan Idul Fitri pertamanya sebagai pejabat tertinggi Kementerian Keuangan dengan cara yang sederhana namun mencuri perhatian publik. Setelah melaksanakan salat Id di Masjid Salahuddin, kompleks Direktorat Jenderal Pajak, ia tampak berseri memakai baju koko lengan pendek berwarna hijau sage yang dibeli di Pasar Tanah Abang dengan harga sekitar Rp125 ribu.

Detail Pembelian dan Sikap Menawar

Purbaya mengungkapkan secara terbuka bahwa baju tersebut dibeli secara langsung di pasar grosir Tanah Abang. “Di Tanah Abang waktu itu, 125 ribu, dikit lah tawarnya. Boleh kan kita ngirit,” ujarnya sambil tertawa pada wartawan. Pernyataan ini menegaskan bahwa meski menjabat sebagai menteri, ia tetap mengedepankan prinsip hemat dan tidak menutup diri untuk menawar harga, sebuah kebiasaan yang ia anggap wajar bagi rakyat biasa.

Konsekuensi dan Prosedur Pembayaran

Meskipun proses pembelian tampak sederhana, pembayaran tetap dilakukan secara resmi melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. “Yang bayar pak Sekjen, soalnya,” kata Purbaya, menegaskan bahwa semua transaksi tetap mematuhi prosedur keuangan negara meski nilai pembelian relatif kecil.

Tekanan Pekerjaan dan Dampaknya pada Kesehatan

Lebaran pertama ini sekaligus menandai awal masa jabatan Purbaya yang diwarnai oleh beban tanggung jawab yang lebih berat dibandingkan sebelumnya. Ia mengakui bahwa tekanan mengelola keuangan negara membuatnya sering mengalami susah tidur. “Kalau malam santai aja masih mikir gitu. Kadang‑kadang susah tidur,” kata Purbaya dalam percakapan santai dengan media. Namun, ia menambahkan bahwa tantangan tersebut juga membawa kepuasan tersendiri, “Lebih senang, bonus lebih banyak.”

Kegiatan Sosial dan Kehidupan Keluarga

Di sela‑sela agenda resmi, Purbaya menyempatkan diri bersosialisasi lewat media sosial. Pada malam sebelum Idul Fitri, ia melakukan siaran langsung di TikTok bersama anaknya, memperlihatkan sisi pribadi seorang ayah yang bermain bersama keluarga. “Semalam live TikTok sama anak saya, saya main sama dia lah,” ujarnya, menegaskan upaya menjaga keseimbangan antara tugas publik dan kehidupan pribadi.

Inspeksi Tanah Abang Sebelum Lebaran

Sebelum momen Lebaran, Purbaya pernah melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tanah Abang pada 9 Maret 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memantau daya beli masyarakat menjelang Ramadan di tengah perlambatan ekonomi global. Selama inspeksi, ia berinteraksi langsung dengan pedagang dan pembeli, menilai dinamika transaksi lapangan sebagai indikator riil kondisi ekonomi rakyat.

Reaksi Publik dan Media

Penampilan sederhana Purbaya dengan baju koko Rp125 ribu menuai beragam respons. Sebagian masyarakat memuji sikapnya yang dianggap “dekat dengan rakyat” dan menjadi contoh kepemimpinan yang tidak terkesan mewah. Sementara itu, sebagian media menyoroti noda opor yang tampak pada baju tersebut, yang kemudian ditutup dengan tawa ringan oleh sang menteri. “Dikit,” jawabnya singkat, menegaskan bahwa ia tidak menganggap hal kecil tersebut mengurangi semangat Lebaran.

Secara keseluruhan, Lebaran pertama Purbaya menampilkan perpaduan antara tanggung jawab tinggi sebagai kepala keuangan negara dan pendekatan personal yang mengedepankan kejujuran serta kedekatan dengan masyarakat. Dari baju koko yang dibeli dengan harga terjangkau hingga inspeksi lapangan di Tanah Abang, semua mencerminkan upaya menteri tersebut untuk tetap “ngirit” sambil mengemban tugas strategis mengelola fiskal negara.

Ke depan, Purbaya berjanji akan terus memantau kondisi ekonomi rakyat, meningkatkan transparansi anggaran, dan tetap menegakkan prinsip hemat dalam setiap kebijakan, baik di level makro maupun dalam keseharian pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *