PSPK – 21 Maret 2026 | Jakarta, 21 Maret 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan tarif khusus sebesar satu rupiah untuk tiga moda transportasi publik utama, yaitu MRT, LRT, dan TransJakarta, selama dua hari Lebaran, 21‑22 Maret 2026. Promo ini ditujukan untuk memudahkan warga dan wisatawan dalam berkeliling ibukota pada masa mudik dan libur Idul Fitri.
Ruang Lingkup Promo
Tarif Rp 1 berlaku untuk seluruh layanan TransJakarta, baik jalur BRT, non‑BRT, maupun TransJabodetabek, serta jaringan MRT Jakarta dan LRT Jakarta pada rute Velodrome‑Pegangsaan Dua. Penumpang dapat menggunakan kartu uang elektronik (Mandiri, BCA, BNI, BRI), kartu JakLingko, KMT, JakCard, serta aplikasi resmi seperti JakLingko dan MyMRTJ untuk membayar tarif khusus.
Penyesuaian Operasional
Untuk menyesuaikan dengan periode libur, MRT Jakarta mengubah jam operasional menjadi 05.00‑00.00 WIB dengan interval kedatangan kereta setiap sepuluh menit. Pada malam takbiran, layanan diperpanjang hingga 01.00 WIB. Seluruh 13 stasiun tetap beroperasi, melayani total 219 perjalanan kereta per hari dengan tujuh rangkaian kereta.
TransJakarta menunda keberangkatan pertama pada hari Lebaran hingga pukul 09.00 WIB, memberikan kesempatan bagi sopir dan petugas untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Selain tarif khusus, operator menambah layanan khusus seperti reaktivasi rute 10C (Pelabuhan Tanjung Priok‑Tanjung Priok) dan perpanjangan jam operasional rute yang melintasi stasiun KAI hingga 23.59 WIB. Layanan AMARI (angkutan malam) tetap beroperasi 24 jam pada koridor utama, sementara rute wisata diaktifkan pada jam 05.00‑23.59 WIB untuk mengakses Ancol, Ragunan, TMII, dan kawasan bersejarah.
LRT Jakarta mengikuti pola serupa, dengan tarif satu rupiah berlaku pada kedua hari Lebaran untuk semua rute. Pembayaran dapat dilakukan melalui Access by KAI, kartu multi‑trip (KMT), QRIS Tap, maupun LinkAja.
Reaksi Pengguna dan Pejabat
Warga Beni, pengguna MRT Senayan‑Cipete, mengungkapkan kebahagiaannya karena saldo e‑money hanya Rp 5.000, jauh di bawah tarif reguler Rp 10.000. “Dengan tarif Rp 1 saya dapat tetap naik MRT meski saldo hampir habis,” ujarnya. Ia berharap kebijakan ini dapat diterapkan lebih sering.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa promo ini bertujuan memfasilitasi masyarakat yang ingin berlibur di Jakarta. “Selama dua hari Jakarta memberikan fasilitas minimal untuk bisa berlibur,” kata Pramono pada acara open house di Pendopo Balai Kota.
Rendy Primartantyo, Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, menambahkan bahwa standar pelayanan tetap dijaga meski tarif turun, dengan penambahan petugas di stasiun dan kereta untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.
Welfizon Yuza, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, menjelaskan penyesuaian jam operasional TransJakarta sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah Idul Fitri serta upaya mengurangi kemacetan pada hari pertama Lebaran.
Tujuan Kebijakan
Promo tarif Rp 1 diharapkan dapat mendorong lebih banyak warga menggunakan transportasi publik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan memperlancar arus mudik serta balik mudik. Dengan biaya transportasi yang hampir gratis, diharapkan kunjungan ke destinasi wisata seperti Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, dan Ragunan meningkat, meski beberapa tempat wisata tetap tutup pada hari pertama Lebaran.
Pemerintah juga menyiapkan program eduwisata bekerja sama dengan Jakarta Experience Board, serta promosi poin menarik melalui aplikasi MyMRTJ. Program ini bertujuan menambah nilai pengalaman penumpang selama masa libur.
Secara keseluruhan, tarif satu rupiah selama Lebaran menjadi upaya terintegrasi antara otoritas transportasi, pemerintah provinsi, dan penyedia layanan untuk menciptakan mobilitas yang lebih terjangkau, aman, dan ramah lingkungan pada masa perayaan terbesar tahun ini.












