PSPK – 02 Maret 2026 | Pagi hari Minggu, 1 Maret 2026, wilayah Bali dilanda gempa tektonik dengan magnitudo 4,8 (setelah koreksi menjadi 4,7) yang berpusat di laut sebelah selatan Kuta Selatan. Guncangan terjadi pada pukul 10.52 WIB (11.52 WITA) dan menimbulkan sensasi kuat di sejumlah kawasan wisata serta pemukiman penduduk.
Data Teknis Gempa Menurut BMBMKG
| Parameter | Detail |
|---|---|
| Magnitudo | 4,8 (M 4,7 terkorisi) |
| Waktu Kejadian | 10.52 WIB / 11.52 WITA |
| Pusat Gempa | Laut, sekitar 60 km tenggara Kuta Selatan, Badung |
| Kedalaman | 56 km – 83 km (menurut laporan berbeda) |
| Status Tsunami | Tidak berpotensi tsunami |
Data tersebut dirilis secara resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui kanal informasi publik dan aplikasi mobile mereka.
Wilayah yang Merasakan Guncangan
- Kuta & Denpasar: Getaran terasa nyata di dalam rumah, benda ringan bergoyang, dan sebagian warga sempat berhamburan keluar gedung.
- Gianyar & Badung: Warga melaporkan getaran singkat namun kuat, meski tidak menimbulkan kerusakan signifikan.
- Lombok Utara & Mataram: Guncangan lemah dirasakan oleh sebagian orang di lantai atas gedung-gedung.
Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan struktural maupun korban jiwa. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal, dan otoritas daerah belum menerima keluhan mengenai gangguan layanan publik.
Langkah Antisipasi BMKG dan Pemerintah Daerah
- Jaga ketenangan: Masyarakat diimbau tidak terpengaruh oleh isu tsunami yang tidak resmi.
- Periksa bangunan: Hindari masuk ke ruangan atau gedung yang menunjukkan retakan atau kerusakan struktural.
- Waspada gempa susulan: Pantau kemungkinan aftershocks dengan intensitas lebih kecil melalui aplikasi resmi @infoBMKG.
- Gunakan sumber informasi terpercaya: Hanya mengandalkan data dari situs BMKG, media resmi, atau kanal pemerintah.
BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori menengah, dengan kedalaman hiposenter yang relatif dalam sehingga tidak memicu deformasi dasar laut yang signifikan. Hal ini sejalan dengan pernyataan BMKG bahwa potensi tsunami sangat kecil.
Konsekuensi terhadap Pariwisata dan Transportasi
Beberapa hotel di daerah Kuta dan Seminyak melaporkan tamu yang sempat terkejut, namun tidak ada pembatalan reservasi massal. Bandara Internasional Ngurah Rai (I Gusti Ngurah Rai) sempat mengalami penundaan jadwal penerbangan karena pemeriksaan keamanan tambahan, namun operasi penerbangan kembali normal dalam beberapa jam.
Para pelancong disarankan untuk tetap mengikuti arahan petugas bandara dan memeriksa status penerbangan melalui aplikasi maskapai atau situs resmi bandara.
Perbandingan dengan Gempa Sebelumnya
Gempa dengan magnitudo serupa terjadi di wilayah Indonesia secara berkala, mengingat posisi negara berada di jalur Cincin Api Pasifik. Namun, gempa M 4,8 pada 1 Maret ini mencatat kedalaman yang lebih dalam dibandingkan gempa dangkal (<50 km) yang biasanya menimbulkan kerusakan lebih parah pada bangunan.
Untuk memberikan perspektif, gempa M 5,6 yang melanda Toli‑Toli, Sulawesi Tengah pada 28 Februari 2026 menghasilkan sensasi lebih kuat dan potensi kerusakan yang lebih signifikan, sekaligus disertai peringatan erupsi Gunung Ibu di Maluku Utara.
Secara keseluruhan, respons cepat BMKG serta koordinasi dengan pemerintah daerah membantu menurunkan potensi kepanikan publik dan memastikan informasi yang akurat tersebar luas.
Warga dan wisatawan diharapkan tetap waspada, mematuhi prosedur keselamatan, dan mengikuti pembaruan resmi sampai situasi dinyatakan kembali stabil.












