Project Seru Penuh Kejutan

Jelang Lebaran 2026 Harga Sembako di Lebak Melonjak, Telur dan Minyak Goreng Cetak Rekor Tertinggi

March 19, 2026 • 0 Views
Jelang Lebaran 2026 Harga Sembako di Lebak Melonjak, Telur dan Minyak Goreng Cetak Rekor Tertinggi
Jelang Lebaran 2026 Harga Sembako di Lebak Melonjak, Telur dan Minyak Goreng Cetak Rekor Tertinggi

PSPK – 19 Maret 2026 | Pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, mulai terasa berbeda seiring mendekatnya Idulfitri 2026. Meningkatnya aktivitas belanja menimbulkan lonjakan harga pada beberapa kebutuhan pokok, terutama minyak goreng dan telur ayam.

Di Pasar Sampay, Kecamatan Warunggunung, pedagang melaporkan bahwa harga minyak goreng bersubsidi merk Minyakita telah mencapai sekitar Rp20.000 per liter, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah yang sebesar Rp15.700 per liter. Minyak goreng curah juga naik menjadi Rp18.000 per liter. Telur ayam yang sebelumnya dijual Rp30.000 per kilogram kini dibanderol Rp32.000, bahkan di beberapa warung kecil mencapai Rp35.000 per kilogram.

Harga bahan pokok lainnya ikut naik, antara lain gula pasir dari Rp17.000 menjadi Rp19.000 per kilogram, dan tepung terigu dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Komoditas Harga Sebelumnya Harga Sekarang
Minyak Goreng (subsidy) Rp15.700/L Rp20.000/L
Minyak Goreng (curah) Rp15.000/L Rp18.000/L
Telur Ayam Rp30.000/kg Rp32.000‑Rp35.000/kg
Gula Pasir Rp17.000/kg Rp19.000/kg
Tepung Terigu Rp10.000/kg Rp12.000/kg

Ayu, seorang pedagang di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa kenaikan harga biasanya terasa menjelang hari raya, namun tahun ini dirasakan lebih awal. “Biasanya naiknya mendekati hari H, tapi sekarang sudah terasa dari jauh hari. Pembeli banyak mengeluh,” ujarnya kepada Fakta Banten pada Kamis, 19 Maret 2026.

Sulastri, seorang pembeli, menyatakan bahwa ia harus lebih selektif dalam berbelanja. “Sekarang belanja harus dipikir dua kali. Biasanya beli banyak, sekarang dikurangi. Yang penting cukup untuk kebutuhan pokok saja,” katanya.

Masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan intervensi untuk menstabilkan harga, mengingat tradisi Lebaran yang identik dengan peningkatan permintaan. Tanpa pengawasan yang memadai, beban kenaikan harga dapat semakin dirasakan oleh rumah tangga berpenghasilan rendah.

Dengan Lebaran yang semakin dekat, stabilitas harga menjadi harapan bersama agar perayaan tetap dapat dijalankan tanpa tekanan ekonomi yang berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *