PSPK – 01 Juni 2026 | Robby Dondokambey Jadi Irup Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Minahasa menjadi sorotan utama pada Senin, 1 Juni 2026, ketika Bupati Minahasa memimpin peringatan bersejarah di Lapangan Dr. Sam Ratulangi, Tondano. Sebagai inspektur upacara (Irup), ia tidak hanya menyalakan obor simbolik, melainkan juga menyuarakan komitmen daerah untuk menghidupkan nilai‑nilai Pancasila dalam dinamika nasional dan global.
Latar Belakang dan Susunan Acara
Upacara yang bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Kedamaian Dunia” mempertemukan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Ketua DPRD Robby Longkutoy, Kapolres AKBP Steven J.R. Simbar, serta Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng. Para asisten, kepala dinas, camat, ASN, dan THL juga hadir, menegaskan bahwa peringatan ini merupakan kolaborasi lintas sektoral.
Susunan acara dimulai dengan pembacaan doa, pengibaran bendera Merah Putih, serta penyalaan obor Pancasila oleh Bupati. Selanjutnya, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), menyampaikan sambutan yang menggugah hati seluruh peserta.
Kata Sambutan Prof. Yudian Wahyudi: Pancasila Sebagai Jangkar Moral Global
Dalam pidatonya, Yudian menegaskan bahwa peringatan ini menjadi momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala di jiwa setiap warga Indonesia. Ia menyoroti bahwa nilai‑nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, melainkan juga menjadi jawaban atas tantangan perdamaian dunia yang abadi.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah terbukti tangguh di tengah dunia yang penuh ketidakpastian,” ujarnya. “Sebagai bangsa yang terdiri dari 17.000 pulau dan ratusan etnik, Indonesia mencontohkan bagaimana persatuan dapat terjalin melalui ikatan kebangsaan yang kuat. Pancasila menjadi jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.”
Yudian menekankan peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian, mengingatkan bahwa nilai musyawarah dan mufakat adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia. Ia mengajak generasi muda untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi hidup, bukan sekadar hiasan dinding atau teks sejarah.
Penyerahan SK, Kenaikan Pangkat, dan Penghargaan
Pada kesempatan yang sama, Bupati Robby Dondokambey menyerahkan Surat Keputusan (SK) pensiun, SK kenaikan pangkat, serta Surat Perintah Pelaksana Tugas (Plt) kepada para penerima yang telah mengabdi selama bertahun‑tahun. Acara penyerahan ini menandai penghargaan atas dedikasi aparatur daerah dalam mewujudkan layanan publik yang berkualitas.
Para penerima SK menanggapi dengan rasa bangga dan harapan untuk terus meningkatkan kinerja, sejalan dengan semangat Pancasila yang menekankan keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Makna Strategis Pancasila dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Prof. Yudian juga menyoroti bahwa Pancasila menjadi pondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang “bebas‑aktif”. Nilai‑nilai sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, menjadi landasan bagi kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa‑Bangsa serta peran aktif dalam penyelesaian konflik regional.
Ia menutup pidatonya dengan menegaskan, “Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam kancah dunia; kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah pondasi kebijakan luar negeri kita, dan melalui nilai‑nilai tersebut kita dapat menjembatani perbedaan, menghentikan konflik, serta menciptakan dunia yang lebih damai.”
Respon Masyarakat dan Harapan Kedepan
Warga Minahasa yang hadir menyambut antusiasme Bupati sebagai Irup, menganggapnya sebagai simbol kepemimpinan yang mengedepankan nilai kebangsaan. Banyak yang mencatat bahwa upacara ini memberi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai Pancasila, sekaligus menguatkan rasa persatuan antar‑suku dan agama di provinsi.
Dengan tema yang mengaitkan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan pondasi perdamaian dunia, upacara ini diharapkan menjadi titik tolak bagi program‑program pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan nilai‑nilai kebangsaan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Secara keseluruhan, Robby Dondokambey Jadi Irup Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Minahasa menegaskan kembali peran penting kepemimpinan daerah dalam menghidupkan ideologi negara, sekaligus meneguhkan posisi Indonesia sebagai agen perdamaian dunia yang berlandaskan pada nilai‑nilai universal Pancasila.










