PSPK – 08 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan 2–6 Maret 2026 dengan penurunan tajam sebesar 7,89 persen, menyentuh level 7.585,687 setelah sebelumnya berada di 8.235,485. Penurunan ini sekaligus menggerus kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi Rp13,627 triliun, turun 7,85 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di Rp14,787 triliun.
Pergerakan IHSG dan Dampak Sektor
Penurunan indeks utama ini tidak hanya mencerminkan tekanan pada pasar secara keseluruhan, tetapi juga menimbulkan koreksi signifikan di hampir seluruh sektor. Sektor consumer siklikal tercatat penurunan terbesar sebesar 14,73 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik (12,05%), basic materials (11,46%), industri (11,09%), dan infrastruktur (9,32%). Sektor energi, consumer non-siklikal, kesehatan, keuangan, properti, dan teknologi masing-masing mengalami penurunan antara 4,33 hingga 8,27 persen.
Saham Top Gainers Pekan Ini
Di tengah kejatuhan indeks, sepuluh emiten berhasil menorehkan kenaikan signifikan, menonjolkan peluang bagi investor yang menargetkan rebound jangka pendek.
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH) – Lonjakan 81,56 persen, harga naik dari Rp1.790 menjadi Rp3.250 per saham.
- PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) – Kenaikan 12,08 persen, menjadi salah satu penguat minor di antara top gainers.
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) – Kenaikan 19,38 persen, harga naik ke Rp770 per saham.
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) – Kenaikan 18,44 persen, harga mencapai Rp26.975 per saham.
- PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) – Kenaikan 15,79 persen, harga Rp660 per saham.
- PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) – Kenaikan 15,52 persen, harga Rp1.005 per saham.
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) – Kenaikan 14,91 persen, harga Rp1.200 per saham.
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) – Kenaikan 13,47 persen, harga Rp9.300 per saham.
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Kenaikan 12,85 persen, harga Rp4.750 per saham.
- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) – Kenaikan 11,93 persen, harga Rp3.450 per saham.
Saham Top Losers Pekan Ini
Berbeda dengan saham yang mencatat kenaikan, sejumlah emiten mengalami penurunan tajam, mencerminkan sensitivitas sektor hiburan, tambang, dan logistik terhadap sentimen pasar yang negatif.
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) – Penurunan lebih dari 47 persen, harga jatuh drastis dari level sebelumnya.
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (INDO) – Penurunan signifikan, menurun lebih dari 30 persen.
- PT Bumi Resources Tbk (BBSS) – Penurunan tajam, mencerminkan tekanan pada sektor pertambangan.
- PT Astra International Tbk (ASII) – Turun sekitar 28 persen.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Turun sekitar 25 persen.
Analisis dan Outlook
Kenaikan luar biasa IFSH didorong oleh ekspektasi positif pada sektor perikanan dan akuisisi baru, sementara SGRO tetap menarik perhatian karena diversifikasi agribisnisnya. Namun, koreksi tajam pada sektor consumer siklikal dan pertambangan menandakan tekanan permintaan domestik serta ketidakpastian global yang masih mempengaruhi sentimen investor.
Para analis memperkirakan bahwa IHSG dapat stabil dalam rentang 7.400–7.800 jika kebijakan moneter global tetap lunak dan data ekonomi domestik menunjukkan perbaikan. Di sisi lain, volatilitas masih tinggi, sehingga investor disarankan untuk memperhatikan fundamental emiten dan menghindari spekulasi berlebihan pada saham dengan likuiditas rendah.
Secara keseluruhan, pekan ini menegaskan pentingnya diversifikasi portofolio serta pemantauan ketat terhadap perkembangan sektor-sektor yang paling terdampak. Sementara beberapa saham mencatat lonjakan luar biasa, risiko koreksi tetap tinggi mengingat ketidakpastian makroekonomi yang masih melanda pasar modal Indonesia.












