PSPK – 08 Maret 2026 | Perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang memicu pembatasan ekspor minyak di Teluk Persia telah menyebabkan harga bahan bakar (BBM) di Amerika Serikat melambung lebih dari 10 persen dalam satu pekan, menciptakan tekanan baru bagi konsumen yang sudah dibebani inflasi tinggi.
Data yang dirilis Sabtu (7 Maret 2026) oleh asosiasi pengendara AAA menunjukkan bahwa harga rata‑rata nasional untuk bensin reguler mencapai USD 3,32 per galon pada Jumat (6 Maret), naik 11 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Harga solar pun tidak kalah, melaju ke USD 4,33 per galon, naik 15 persen dan menorehkan level tertinggi sejak November 2023.
Lonjakan ini bertepatan dengan harga minyak mentah dunia yang menembus USD 90 per barel, menandai kenaikan harian terbesar sejak April 2020. Menurut analis GasBuddy, Patrick De Haan, “Jika tren ini berlanjut, rata‑rata bensin nasional bisa menembus USD 3,50‑3,70 per galon dalam beberapa hari ke depan.”
Pengaruh Konflik di Timur Tengah
Gangguan di Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak, mengurangi pasokan minyak mentah dan mendorong permintaan minyak AS di pasar internasional. Kepala analis OPIS, Denton Cinquegrana, menjelaskan bahwa “AS telah mengurangi ketergantungan pada minyak Timur Tengah, tetapi kilang‑kilang di Asia dan Eropa masih sangat bergantung, sehingga tekanan pada pasar spot meningkat.”
Reaksi Politik
Presiden Donald Trump menepis kenaikan harga BBM dalam wawancara dengan Reuters, menyatakan, “Jika mereka (BBM) naik, mereka naik.” Pernyataan ini menambah ketegangan menjelang pemilihan paruh waktu pada November, di mana isu energi menjadi salah satu topik utama pemilih.
Beberapa negara bagian yang menjadi basis kuat pendukung Trump, seperti Georgia, Indiana, dan West Virginia, mencatat kenaikan harga yang paling tajam. Data dari situs pelacak bahan bakar GasBuddy menunjukkan kenaikan di Georgia sebesar 40,1 sen per galon, sementara Indiana dan West Virginia masing‑masing naik 44,3 sen dan 43,9 sen.
- Georgia: +40,1 sen/galon
- Indiana: +44,3 sen/galon
- West Virginia: +43,9 sen/galon
Warga setempat mengeluh. Andrenna McDaniel, pekerja asuransi kesehatan di South Fulton, Georgia, mengaku terkejut dengan lonjakan harga dalam semalam dan menegaskan ketidaksetujuannya terhadap perang tersebut.
Dampak pada Sektor Lain
Kenaikan harga solar berdampak lebih luas, memengaruhi biaya produksi makanan, furnitur, serta transportasi barang. Permintaan pemanasan dan pembangkit listrik selama musim dingin yang berkepanjangan menambah tekanan pada persediaan global, sementara kapasitas kilang yang terbatas memperparah situasi.
Maskapai penerbangan Amerika Serikat juga mulai merasakan efeknya. Harga avtur (bahan bakar pesawat) naik signifikan, menambah beban operasional maskapai yang sudah berjuang dengan fluktuasi nilai tukar dan biaya perawatan.
Prospek Kedepan
Para analis memperkirakan bahwa harga BBM dapat terus berada di level tinggi hingga akhir kuartal pertama, terutama bila konflik di Timur Tengah berlanjut atau terjadi gangguan tambahan di jalur pengiriman. Kebijakan pemerintah AS untuk meningkatkan produksi domestik dan memperluas pengeboran dapat meredam tekanan, namun prosesnya memerlukan waktu.
Secara keseluruhan, kenaikan harga BBM ini tidak hanya mencerminkan dinamika pasar energi global, tetapi juga menimbulkan implikasi politik domestik yang signifikan menjelang pemilihan. Konsumen, bisnis, dan pembuat kebijakan harus menyiapkan strategi mitigasi untuk menghadapi volatilitas yang mungkin berlanjut.












