Anggaran MBG Dipangkas Rp 67 Triliun, DPR Minta Kualitas Makanan Tetap Terjaga
Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya memberikan catatan strategis terkait rencana pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 menjadi Rp 268 triliun dari pagu awal sebesar Rp 335 triliun. Menurut Asep, langkah efisiensi yang diumumkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak boleh mengorbankan kualitas makanan, kandungan nutrisi, maupun target sasaran pemenuhan gizi bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Langkah Efisiensi dan Perbaikan Tata Kelola
Asep mengatakan Komisi IX DPR memahami langkah efisiensi dan perbaikan tata kelola yang sedang dilakukan pemerintah. Namun, ia menegaskan penghematan anggaran harus berasal dari pemangkasan biaya teknis seperti distribusi, dukungan manajemen, dan operasional, bukan dari pengurangan kualitas bahan pangan.
Penghematan Anggaran dan Kualitas Makanan
PSPK – 21 Mei 2026 | Anggaran MBG Dipangkas Rp 67 Triliun, DPR Minta Kualitas Makanan Tetap Terjaga. Menurut Asep, efisiensi sebesar Rp 67 triliun harus menjadi momentum bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki tata kelola program MBG. Ia mengingatkan pengurangan anggaran tidak boleh berdampak pada penurunan mutu makanan, kandungan protein, hingga standar higienitas makanan yang diterima siswa.
DPR Dorong Pemanfaatan Koperasi dan UMKM Lokal
Legislator asal Jawa Barat itu juga mendorong agar kehadiran koperasi desa merah putih (KDMP) dimanfaatkan untuk memotong rantai pasok bahan pangan program MBG. Menurutnya, kebutuhan pangan sebaiknya dibeli langsung dari UMKM, petani, peternak, dan nelayan lokal di sekitar satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Anggaran MBG Dipangkas Rp 67 Triliun, DPR Minta Kualitas Makanan Tetap Terjaga. Langkah ini akan menekan biaya logistik dan distribusi operasional dapur di tengah rencana efisiensi anggaran program MBG sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Ruang Evaluasi untuk Memantau Efektivitas Program
Asep meminta BGN rutin membuka ruang evaluasi bersama sekolah, komite orang tua, ahli gizi, hingga perangkat desa untuk memantau efektivitas program setelah penyesuaian anggaran dilakukan. Menurutnya, program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi emas Indonesia.
Anggaran MBG Dipangkas Rp 67 Triliun, DPR Minta Kualitas Makanan Tetap Terjaga. Oleh karena itu, penghematan anggaran harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengorbankan kualitas makanan dan target sasaran pemenuhan gizi bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Kesimpulan
Anggaran MBG Dipangkas Rp 67 Triliun, DPR Minta Kualitas Makanan Tetap Terjaga. Dalam menghadapi pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis, pemerintah dan DPR harus bekerja sama untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan target sasaran pemenuhan gizi bagi peserta didik di seluruh Indonesia dapat tercapai. Dengan demikian, program MBG dapat menjadi investasi jangka panjang yang efektif untuk menciptakan generasi emas Indonesia.












