Project Seru Penuh Kejutan

Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar

May 20, 2026 • 0 Views
Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar
Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar

PSPK – 20 Mei 2026 | Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar menjadi sorotan utama dalam beberapa hari terakhir. Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi pasar secara strategis di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan dinamika ekonomi global.

Stabilitas Ekonomi Nasional

Menurut Kholid, stabilitas ekonomi nasional tidak cukup dijaga hanya melalui kebijakan teknis moneter, tetapi juga lewat kemampuan otoritas dalam membangun kepercayaan publik dan pelaku pasar. “Dalam situasi saat ini, terutama dalam konteks nilai tukar rupiah, perlu ada strategic management of expectation. Jadi bagaimana mengelola ekspektasi itu strategis, bukan hanya kebijakan teknis moneter,” ujar Kholid.

Trauma Krisis 1998

Kholid mengingatkan bahwa persepsi publik terhadap pelemahan rupiah masih dipengaruhi trauma krisis moneter 1998. Karena itu, pemerintah bersama otoritas keuangan dinilai perlu aktif memitigasi persepsi tersebut melalui komunikasi yang konsisten, terukur, dan berbasis data. “Kita mengalami anchoring bias, ada trauma persepsi 1998. Padahal kondisi sekarang totally different dengan 1998,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Nilai Tukar Rupiah

Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah masih terus melemah. Pada perdagangan Senin (18/5), rupiah ditutup melemah 1,03 persen ke level Rp 17.640 per dolar AS. Posisi tersebut membuat rupiah kembali menembus area psikologis di atas Rp 17.000 per dolar AS dan menjadi level penutupan terlemah sepanjang sejarah.

Kondisi Ekonomi

Kholid menjelaskan, kondisi depresiasi rupiah saat ini berbeda jauh dibandingkan situasi ketika krisis 1998 terjadi, baik dari sisi fundamental ekonomi maupun struktur utang luar negeri sektor swasta. Menurutnya, pada masa krisis 1998 sektor swasta memiliki ketergantungan utang luar negeri dalam denominasi dolar AS yang sangat besar. “Dulu private sector utang luar negerinya luar biasa besar dalam bentuk dolar. Sekarang kondisinya berbeda. Karena itu confidence level harus dinaikkan agar market percaya kepada otoritas,” lanjutnya.

Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan. Dengan mengelola ekspektasi pasar secara strategis, pemerintah dapat membantu meningkatkan kepercayaan publik dan pelaku pasar, sehingga nilai tukar rupiah dapat stabil dan ekonomi nasional dapat terjaga.

Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar menunjukkan bahwa pemerintah harus lebih proaktif dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Dengan demikian, pemerintah dapat membantu meningkatkan kepercayaan publik dan pelaku pasar, sehingga nilai tukar rupiah dapat stabil dan ekonomi nasional dapat terjaga.

Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar menjadi sorotan utama dalam beberapa hari terakhir. Dengan mengelola ekspektasi pasar secara strategis, pemerintah dapat membantu meningkatkan kepercayaan publik dan pelaku pasar, sehingga nilai tukar rupiah dapat stabil dan ekonomi nasional dapat terjaga.

Kesimpulan dari Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar adalah bahwa pemerintah harus lebih proaktif dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Dengan demikian, pemerintah dapat membantu meningkatkan kepercayaan publik dan pelaku pasar, sehingga nilai tukar rupiah dapat stabil dan ekonomi nasional dapat terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *