Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Masih di Bawah Target RPJMN
PSPK – 19 Mei 2026 | Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Masih di Bawah Target RPJMN menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menargetkan 25 persen dari total kredit dialokasikan ke sektor Usaha Mikro Kecil Menengah. Namun, realisasinya baru mencapai 18,3 persen atau sekitar Rp 1.500 triliun.
Realisasi Penyaluran Kredit
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 270 triliun merupakan penyaluran KUR, sementara sisanya sekitar Rp 1.200 triliun merupakan kredit UMKM non-KUR. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 17 Mei 2026 mencapai Rp105,8 triliun atau 35,8 persen dari target tahun ini, yang disalurkan kepada 1,69 juta debitur.
Debitur dan Penyaluran
Dari total tersebut, debitur graduasi tercatat sebanyak 511 ribu, sementara debitur baru mencapai 1,14 juta atau sekitar 83 persen. Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin, mengatakan penyaluran KUR ke sektor produksi juga menunjukkan tren positif, dengan capaian 63,5 persen dari target 65 persen.
Peningkatan Penyaluran Kredit
Meski demikian, ia menilai penyaluran kredit bagi UMKM secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Masih di Bawah Target RPJMN menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Menteri UMKM memaparkan, 2025 total kredit yang disalurkan oleh bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank swasta mencapai sekitar Rp 8.149 triliun. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Masih di Bawah Target RPJMN perlu menjadi prioritas bagi pemerintah untuk meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Masih di Bawah Target RPJMN menjadi tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat. Dengan demikian, pemerintah perlu meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat untuk mencapai target RPJMN. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Masih di Bawah Target RPJMN perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat.












